
"Tiba-tiba ada orang bertubuh kecil yang mempersilakan saya masuk dan duduk di dalam," kata Harris dalam acara Arah Perekonomian Indonesia Menurut Jokowi-JK di bilangan Permata Kuningan, Kamis, 5 Juni 2014. "Ternyata orang itu Jokowi."
Ia merasa disambut Jokowi dengan hangat. "Padahal saya ini bukan siapa-siapa, tapi dapat perlakuan istimewa," katanya. Harris merasa Jokowi menyambutnya dengan tulus, tidak dibuat-buat. "Tak ada kamera kok saat itu," katanya. Sejak saat itu dia mengaku kepo terhadap Jokowi. "Saya amati dia saat masih jadi Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI."
Kini, saat ketua dewan pembina partainya, Prabowo Subinato, mencalonkan diri menjadi presiden, Harris malah memilih mendukung Jokowi. "Orang yang berbuat, meski kecil, lebih baik ketimbang hanya yang berencana besar," katanya.
Ia juga mengutip hasil sigi Saiful Mujani Consulting and Research pada 6 Mei 2014 yang menyatakan ada 16 persen pemilih Gerindra dalam pemilu legislatif yang bakal memilih Jokowi dalam pemilihan presiden 2014. Ia mengaku sering melontarkan lelucon kepada rekan sejawatnya di partai. "Kalau kampanye, kalian teriak aja paling keras, 'Hidup Prabowo'," katanya. "Tapi, saat di bilik, coblos saja sesuai hati nurani kalian," katanya.
Ia rela seandainya jabatannya di DPP Partai Gerindra dicopot. "Demi ijtihad politik, saya rela," kata pria yang sebelumnya menjabat Ketua DPP Gerindra Bidang Luar Negeri ini.
Demi mendukung Jokowi, ia juga mengaku tak gentar sedikit pun andai ada yang mengintimidasi dia. "Silakan saja mencoba kalau memang ada," katanya. Yang pasti, ia sudah memberitahukan pilihan politiknya kepada Ketua Umum Suhardi. "Beliau sudah saya kirimi BlackBerry Messenger."
MUHAMMAD MUHYIDDIN
Post a Comment Blogger Facebook
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.