
Tiga orang pemanah Jepang dalam foto dari tahun 1860-an (era Meiji) oleh fotografer yang tak dikenal. Pada saat itu, seni memanah Jepang (Kyudo alias jalan busur) telah berevolusi dari bentuk latihan bersenjata khusus kaum Samurai menjadi salah satu bagian seni bela diri yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan berfungsi untuk pengembangan fisik dan moral diri. Foto ini menjadi koleksi dari Henry dan Nancy Rosin yang khusus mengumpulkan foto-foto Jepang dan penduduknya dari tahun 1860 s/d 1900

Seorang Samurai memakai baju besi dalam foto hasil pewarnaan asli dari tahun 1875. Foto oleh Raimund Freiherr Stillfried von Rathenitz (1839-1911). Bentuk potongan rambutnya yang aneh telah lama menjadi perhatian para sejarawan barat. Tengah-tengah kepala dibiarkan plontos sementara pinggiran dan belakang memanjang untuk kemudian diikat dalam simpul khusus yang dinamakan sebagai "bun". Jenis potongan rambut seperti ini (dikenal dengan nama "chonmage") mempunyai fungsi utama untuk menahan helm Samurai tetap ditempatnya saat sedang dipakai

Pejuang Samurai sedang membunyikan sangkakala kerang. Foto dari tahun 1867 (sumber lain 1875) oleh Felice Beato dan kini tersimpan di Hulton Archive. Terompet dari kerang ini biasa dinamai sebagai "horagai" (khusus penggunaan militer dinamakan "jinkai") dan merupakan salah satu alat sandi khas zaman Samurai. Dengan menggunakan alat penyambung mulut yang terbuat dari kayu atau besi, maka horagai atau jinkai ini bisa menghasilkan sampai tiga nada yang berbeda dan biasanya digunakan untuk menggerakkan pasukan menyerang, mundur, merubah formasi, atau hanya sekedar penambah semangat saat bertempur

Lima orang berpakaian besi. Foto dari tahun 1870-an oleh Kusakabe Kimbei. Dia merupakan salah satu fotografer pertama Jepang yang pernah bekerjasama dengan Raimund Freiherr Stillfried von Rathenitz serta Felice Beato. Setelah mengembangkan gaya pemotretannya sendiri, Kimbei membuka studio foto di Yokohama yang beroperasi dari tahun 1880-an sampai 1913. Ketika Stillfried meninggalkan Jepang tahun 1885, dia mewariskan plat-plat fotonya yang kemudian diwarnai dengan tangan oleh Kimbei. Obyek-obyek fotonya tampak lebih santai dibandingkan dengan obyek milik Stillfried ataupun Beato. Ini kemungkinan besar karena Kimbei adalah sesama orang Jepang

Tiga orang samurai berpakaian siap tempur, difoto sekitar tahun 1880-an oleh Kusakabe Kimbei. Dua orang di kiri-kanan memegang yari (tombak), sementara orang yang di tengah memegang yumi (busur panah). Mereka semuanya dilengkapi oleh nihonto (pedang samurai) yang selalu terdiri dari dua macam: katana (pedang panjang) dan wakizashi (pedang pendek). Sepasang pedang ini dinamakan sebagai daisho

Sumber :