GuidePedia

0


Di dunia kampus, saat menyelesaikan tugas Akhir, terkadang dosen pembimbing skripsi maupun Tesis menganjurkan supaya seorang mahasiswa membuat “Tipologi”. Tipologi bukan bertujuan untuk mengkotak-kotak atau memecah belah, melainkan supaya orang yang membaca hasil penelitian kita, bisa dengan mudah menangkap temuan-temuan unik dalam hasil penelitian kita.

Saat ini, ditengah derasnya pergerakan Syiah, tak jarang kita melihat suatu kalangan yang kritis dan istiqomah mengingatkan bahaya Syiah terhadap keutuhan NKRI. Namun tak jarang kita dapati ada pemuka agama dari kalangan tertentu yang berkasih-kasihan dengan elit-elit Syiah.

Terhadap kalangan Liberal, penyikapan kelompok islam menjadi terbelah. Ada yang anti liberal, mendukung misi jahat mereka dan mirisnya ada yang tidak tahu menahu. Dalam artikel ini, yang dibedah lebih lanjut ialah Nahdlatul Ulama. Ternyata Ormas yang punya akar kuat dari Pesantren ini memiliki dinamika tersendiri terutama menyikapi Syiah, Liberalisme bahkan dakwah Salafi. Orang NU atau warga Nahdliyin terbagi 4 tipologi, tipologi ini mengadopsi milik facebooker bernama “As-sundawy suuni”. Penjelasan tipologi yang dibuat beliau saya edit dan ditambah dengan data-data yang relevan dengan judul artikel ini.

1. Orang NU yang Anti Syi'ah, Anti Liberal dan Tidak Anti dakwah salafi
Yang masuk tipologi pertama ialah Habib Zein Al-kaff dkk (pengurus PWNU jawa timur). Beliau anti syi'ah, anti liberal tapi tidak memusuhi kalangan salafi. Dalam setiap ceramah dan dakwahnya selalu mengatakan jika salafi/wahabi itu masih saudara muslim kita, kalau syi'ah bukan.
Dengan memiliki pandangan yang obyektif seperti ini, tak heran bila Habib zein dapat diterima kalangan Salafi dan Muhammadiyah. Di kota Malang pernah saya saksikan Habib Zein al-Kaff menjadi pembicara utama dalam Pengajian di aula PDM Muhammadiyah. Di dalam pengajian tersebut, beliau mengulas dengan detail bahaya Syiah bagi keutuhan NKRI. Selain Habib zein, masih ada sosok KH Chalil nafis PhD dan pakar hadits Prof Dr. Ali Mustafa ya’qub.

2. Orang NU yang Anti Syi'ah, Anti Liberal dan Anti dakwah salafi
KH. Idrus Ramli dkk masuk tipologi kedua. Alumnus pesantren Sidogiri ini dikenal Anti syi'ah, anti liberal. Beliau berani mengkritisi pemikiran-pemikiran liberalnya Gus dur, Gus Nuril arifin dan Ulil abshar abdala. Namun disisi lain, KH Idrus ramli anti dakwah salafi, pernyataannya suka menyudutkan kalangan Salafi meskipun sama-sama anti Syi'ah. Pemikiran-pemikiran KH Idrus Ramli sering dijadikan rujukan kelompok yang menamakan dirinya “NU Garis Lurus”. 

3. Orang NU yang yang Akrab dengan Syi'ah, Liberal namun Anti dakwah salafi
Di tipologi ketiga terdapat sosok Prof Dr KH Said Aqiel siraj (ketua PBNU Pusat). Alumnus Pesantren Lirboyo ini dikenal akrab dan cenderung memihak pemikiran syi'ah dan liberal. Banyak bukti pernyataanya baik di media sosial dan ceramahnya di situs Youtube. Pandangan Prof Said aqiel sama saja dengan Gus dur. Satu lagi, pernah pula dia menyatakan “Di universitas Islam mana pun tidak ada yang menganggap syiah sesat. Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat,” (Lihat situs Tempo.co tgl 27 Januari 2012). Kiai-kiai model begini perlu dieliminasi dari NU karena mengkhianatifounding father NU yaitu KH Hasyim asy’ari.

4. Orang NU yang Belum tahu Hakekat Syi'ah, Liberal dll
Tipologi terakhir ialah Orang-orang NU di kampung dan pedesaan yang pada umumnya kurang mengikuti perkembangan dunia islam. Mereka hanya mengandalkan informasi dari tausyiah para kiai. Yang terakhir ini rawan berganti paham keagamaan. Contohnya yang menimpa warga Nahdliyin di Sampang, Madura. Mereka adalah kalangan yang kurang disentuh dakwah Kiai. Sehingga Tajul muluk datang dan berhasil menggaet mereka.

Bukan cuma Syiah, mereka rawan sekali dengan gencarnya kristenisasi. Saya pikir, inilah Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kiai-Kiai NU. Mudah-mudahan dalam Muktamar ke 33 di Tebu ireng, Jombang, para Kiai harus bersatu padu memecahkan problem ini. Dan kita berdoa kepada Allah swt agar Ormas sekelas NU tidak dipimpin oleh kiai-kiai Liberal serta memihak Syiah. Wallahu’allam bishowwab
Sumber

lanjutin di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?