GuidePedia

0
Salam lestari sobat.. sekedar sharing mengenai perjalanan tim ke puncak Rante Mario Gunung Latimojong Sulawesi Selatan.

"Pendaki adalah orang terbodoh yang pernah saya lihat"
"kenapa????"
"Capek, uang habis, naik ke gunung sampai sana cuma untuk tidur abis itu foto - foto"
"oohh.. Because its there kawan!!!"
"maksudnya????"
"Hanya seorang pendaki yang tahu jawabannya" Jawabku sambil tersenyum dan berlalu pergi.
 
Itulah sepenggal dialog antara saya dengan seorang teman sesaat sebelum berangkat menuju Enrekang yang merupakan kabupaten tempat gunung Latimojong tersebut berada. Tim yang akan berangkat sebanyak lima orang merupakan perwakilan dari masing - masing kelompok pecinta alam di ruang lingkup Universitas Hasanudddin. Diantaranya adalah Murham (KPA Setapak Pertanian), Udin (KPA Omega Fisika), Dayat (SAR Unhas), saya (Permata) dan Ustadz Safar (UKM Dakwah Kampus). Uniknya, diantara kami tak ada yang saling mengenal satu sama lain, hanya saya dengan Murham yang berteman akrab, dan tak ada satupun yang pernah menginjakkan kaki ke Latimojong.

Makassar - Enrekang

Jarak dari kota Makassar ke Enrekang membutuhkan waktu tempuh 4 - 5 jam. Sepanjang jalan mata akan disuguhi oleh pemandangan bukit Karst yang memanjang dari Maros hingga Pangkep yang merupakan ciri khas tersendiri di Sulawesi Selatan. Dengan bermodalkan Rp. 50.000 kita akan dihantarkan menuju Enrekang menggunakan mobil Panther. Perbincangan di dalam mobil cukup cair, sopir yang mengetahui tujuan kami bercerita tentang masa mudanya telah lima kali menginjakkan kaki di puncak gunung tersebut. Sesampainya di Enrekang kami singgah di skretariat KPA Gempa Maspul yang sangat ramah menerima kami sebagai tamu. Inilah yang paling saya suka dengan gaya anak pendaki yang meskipun tidak saling mengenal namun menunjukkan suasana kekeluargaan. Rencananya kami akan bermalam disini sebelum melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir yakni desa Karangan. Ternyata seorang teman dari Gempa Maspul bernama Alam berniat untuk ikut. Dan sekali lagi, ia pun belum pernah ke Latimojong. Klop lah sudah.

Sekret Gempa Maspul:

Enrekang - Dante Lemo - Karangan

Pernah mendengar kalimat "sensasi off road berjamaah"???. Inilah yang akan teman - teman rasakan dalam perjalanan dari Enrekang menuju Rante Lemo. Jalanan becyek, ada ojyek, kubangan dan jurang, menjadi sensasi tersendiri. Dengan jumlah penumpang dan barang yang tak jarang melebihi kapasitas body mobil. Saya sendiri harus duduk di atas kap mobil bersama dengan kumpulan pisang dan sayuran (mungkin saya dilihat monyet oleh sopir sehingga menyarankan untuk duduk bersama pisang dan sayur tersebut). Waktu tempuh menuju Dante Lemo tidak pasti. Tergantung dari kemampuan mobil dan skill dari sopir itu tersendiri. Tak jarang kami harus turun dan mendorong mobil yang terjebak. Dan sepanjang perjalanan kita pun akan disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang indah.Pemberhentian terakhir mobil hanya samapi di Dante Lemo. Dan untuk menuju desa Karangan kita mesti berjalan kaki sejauh sekitar 5 km. Di Karangan kami melapor ke kepala dusun dan membayar konstribusi Rp (seikhlasnya). Kami berencana bermalam di salah satu rumah warga desa bernama pak Mulle yang dengan ramah menawarkan rumahnya untuk ditempati. Disinilah letak keistimewaan budaya kekeluargaan warga desa yang pasti jarang kita temui di kota. Dimana sikap saling tolong menolong dan keikhlasan masih menjadi tonggak kehidupan.

Naik Ranger
jalanannya boi:
Menuju Desa Karangan:

Desa Karangan:

Karangan - Pos 1 (Buntu Dacciling)
Langit gelap, hujan membasahi bumi, tak meyurutkan niat kami untuk memulai perjalanan. Diawali dengan sarapan pagi, kopi dan sedikit multivitamin, kami melangkahkan kaki menelusuri perkebunan kopi. Di jalur ini kami menemui banyak percabangan menuju kebun para petani yang sempat membuat kami kebingungan. Untung saja tadi malam pak Mulle mewanti - wanti untuk selalu mengarah ke kiri jika telah melewati sungai. Untuk mencapai pos 1 mesti melewati tiga bukit dan tiga lembah yang merupakan lahan perkebunan warga dan mengikuti arah sungai Salo Karangan dan mendekati pos 1 kami melewati sebuah bukit dengan kemiringan 50 - 70 derajat. Pos 1 terletak di Buntu Dacciling dengan ketinggian 1800mdpl dengan luas sekitar 4m persegi. Dan ketika sampai di pos ini hujan perlahan mulai berhenti. Syukurlah...

Pos 1 - pos 2 (Sarung pakpak)
Mungkin inilah jarak antar pos yang paling jauh diantara pos - pos lainnya. Kami mulai memasuki daerah vegetasi lebat dan masih mengikuti arus sungai. Disebelah kiri jurang menganga dengan lebar, sementara jalanan yang licin dan curam cukup membuat nyali diuji. Dan banyak ditemukan pohon - pohon tumbang akibat longsor dan angin. Setelah berjalan sekitar 1,5 jam kami pun tiba di pos 2 yang terletak di seberang sungai. Pos 2 ini merupakan sebuah tebing yang agak menjorok ke dalam dan gua kecil bernama Sarung Pakpak sehingga sering digunakan oleh para pendaki sebagai tempat berteduh. Disini banyak ditemukan potongan rotan yang sering diambil oleh para penduduk untuk kepentingan rumah tangga dan terkadang dibuat sebagai anyaman. Berhubung kondisi badan yang agak menggigil, kami memutuskan untuk istirahat dan ngopi - ngopi guna menghangatkan badan. Sesekali tawa dan canda menghiasi obrolan kami tentang kenekatan ini. Menurut keyakinan, jika ingin mendaki di Latimojong kita harus menggunakan gelang rotan sebagai penanda bahwa kita datang dengan itikad yang baik.

Pos 2 - Pos 3 (Lantang Nase)

Puas dengan acara ngopi ngopi, kami melanjutkan perjalanan. Jarak tempuh dari pos 2 - 3 ini sekitar 600m. Memang cukup pendek, namun jalur yang mesti dilalui sangat curam sekitar 80 derajat. Terkadang tangan kami harus memegang akar agar tidak terpeleset ke bawah. Hujan pun akhirnya turun kembali dan jalanan semakin licin. Beberapa diantara kami juga tak menggunakan raincoat maupun jas hujan. Mereka tetap berjalan ditengah guyuran hujan. Pos 3 ini terletak di ketinggian 1940mdpl.

Pos 3 - Pos 4 (Buntu Lebu)
hujan tak jua berhenti. Kami pun terus melangkahkan kaki. Di pos 3 kami beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Meskipun hujan, tapi mata ini cukup terhibur dengan keberadaan anggrek yang indah. Bahkan kami juga menemukan beberapa anggrek tanah. Seorang teman, Murham, yang merupakan mahasiswa pertanian ini berkata "Anggrek tanah ini kalau diambil dan dijual di kota harganya menggiurkan loh.. Lumayanlah untuk biaya hidup sebulan". Saya sempat tergoda dan hampir memetiknya. Untung saja saat ini diksar dulu selalu diajarkan "JANGAN MENGAMBIL SESUATU KECUALI GAMBAR" sehingga tangan ini tak jadi memetiknya. Biarlah ia hidup dengan kondisi alaminya. Biarlah ia menjadi hidangan mata oleh orang - orang yang melaluinya. Biarlah ia dengan segala keindahannya, lestari, di hutan ini.

Pos ini terlatak di ketinggian 2100mdpl.

Pos 4 - pos 5 (Soloh Tama)
Jalur diantara pos ini tak jauh berbeda dengan jalur sebelumnya. Namun jika sebelumnya jalur tidak memiliki bonus dan menanjak tanpa henti, maka di jalur ini mulai bermunculan bonus - bonus walau hanya beberapa meter. Lumayanlah untuk meluruskan punggung dan kaki sejenak. vegetasi masih berupa vegetasi khas Sulawesi berupa hutan yang dipenuhi dengan lumut. Pacet - pacet juga mulai mengeksiskan diri di jalur ini. Ketika pacet mulai menghisap darah, kata seorang teman, biarkan saja, hitung - gitung bersedekah buat penghuni hutan ini. Jarang ada manusia yang lewat sini sehingga tak mengapa kalau hanya beberapa cc saja darah ini diambil. Betul juga. Biarkan ia kenyang dengan sendirinya. Di pos 5 terletak di ketinggian 2480 mdpl dan merupakan lahan luas yang dapat menampung sekitar 10 tenda. Di pos inilah juga bisa ditemukan sumber air. Namun jaraknya cukup jauh sekitar 500m dengan kondis 60 - 70 derajat. Sehingga kami memutuskan untuk terus berjalan. Lagipula diantara kami tak ada yang mau ngecamp disini mengingat sebuah cerita yang pernah didengar bahwa di pos 5 inilah sering terjadi hal mistis diluar dari logika manusia. Menyadari kami yang masih baru kesini, kaki terus melanjutkan langkah menuju pos 6 yang berjarak 600m juga. Ah sudah dekat! Kataku. (tu bi kontinu)




Kirim Artikel Perjalanan anda yg lebih menarik di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top