GuidePedia

0
Mualaf AS Menanti Ramadhan agar Saling Berinteraksi

Sejak mengucapkan syahadat lebih dari lima tahun lalu, Paul K. DeMelto (40 tahun) baru merasakan menjadi seorang Muslim sejati ketika Ramadhan tiba.

"Satu hal yang saya harapkan ketika memilih Islam sebagai keyakinan supaya dapat berinteraksi dalam sebuah komunitas," urai DeMelto pada the Huffington Post yang dilansir Kamis (18/6).

Seperti kebanyakan mualaf Amerika yang harus mengubah gaya hidupnya, DeMelto merasakan momen Ramadhan sebagai cara untuk berkontemplasi serta menjauhkan diri dari akivitas duniawi seperti minum minuman beralkohol.

Ramadhan, ujarnya, menjadi bulan khusus berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Koordinator Islamic Society di Delaware Vaqar Sharief menegaskan, aktivitas di bulan Ramadhan di AS lebih hidup di malam hari. Masjid komunitas pun dipenuhi umat Muslim yang membaca Alquran maupun melakukan qiyamul lail (shalat malam).

"Konsep kebersamaan dan persatuan sangat penting," papar Imam Masjid Quincy Talal Eid.
Hal itu diakui penting oleh Caroline Williams (32 tahun) yang menjadi muslimah sejak 2010 lalu. "Yang terpenting bagiku adalah sambutan saat kita masuk ke dalam masjid," katanya.

Komunitas Muslim Chicago pun ikut memfasilitasi website agar anggotanya saling terhubung. Serta bisa berbagi artikel tentang ibadah, bahasa Arab, dan pengetahuan Islam lainnya. [yy/republika]

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top