GuidePedia

1

1. Lingkungan yang sangat bersih

Tahukah Anda, masyarakat Jepang sangat peduli terhadap kebersihan. Hal itu didasari dari kecintaannya pada daerahnya. Jika daerahnya kotor, maka masyarakatnya dicap jelek. Tentu, mereka tidak mau seperti itu.

Budaya peduli terhadap kebersihan ternyata sudah ditanamkan sejak kecil dan dimulai dari zaman dulu. Kemudian, pemerintah Jepang sendiri juga menjaga budaya tersebut dengan baik. Pemerintah menyediakan tempat sampah yang terbagi dalam beberapa jenis, dari sampah kering, sampah basah, sampah koran dan majala, serta sampah yang berupa botol.

Tujuannya, sampah-sampahnya mudah untuk dipilah. Mana yang mau dihancurkan dan mana yang bisa didaur ulang. Tempat sampah-tempat sampah seperti itu tidak hanya ada di tempat umum, melainkan di dalam rumah. Truk sampah pun akan berkeliling dalam jangka waktu yang ditentukan, untuk mengangkut sampah-sampah dari tiap rumah.

Kalau kawasan kota sudah bersih, maka apalagi kawasan pedesaannya. Di daerah-daerah pedesaan atau kota-kota kecil, kebersihannya justru lebih ketat. Jika di kota besar, mungkin bisa ditemui satu dua putung rokok di jalan, maka tidak di pedesaan atau kota kecil. Saking bersihnya, rasanya daun saja enggan gugur di jalanan.


2. Orang-orang yang berjalan cepat

Sudah bukan rahasia lagi, orang-orang Jepang sungguh cepat kalau berjalan kaki. Meski memakai setelan jas atau seragam kerja, mereka tak senggan mengambil langkah seribu. Pemandangan seperti itu, bisa dilihat di stasiun sampai di trotoar.

Bagi traveler yang biasa hidup santai, pengalaman datang ke Jepang dan melihat orang-orangnya yang berjalan cepat akan menjadi kaget. Anda harus berada di pinggir kalau di trotoar atau berada di kiri jika sedang berada di eskalator.

Alasan orang-orang jepang yang berjalan dengan cepat, adalah karena mereka menghargai waktu. Mereka tidak mau terlambat sama sekali dan membuang waktu percuma. Terlambat adalah suatu hal yang paling memalukan di sana.


3. Orang-orang yang malu untuk difoto

Bagi traveler yang gemar memotret angle orang-orang dan kehidupannya, maka harus lebih mawas diri ketika sedang berada di Jepang. Harap diingat, orang-orang Jepang kebanyakan malu untuk difoto.

Mereka akan menundukan kepala, berjalan lebih cepat atau berbalik badan. Mereka sangat menghargai privasi dan tidak senang kalau dipotret oleh orang yang tidak dikenal.

Namun, bukan berarti mereka sombong. Walau malu-malu difoto, orang-orang Jepang akan bersikap sangat ramah ketika Anda meminta bantuan. Mereka dengan senang hati akan membantu.

Orang-orang Jepang yang malu untuk difoto, biasanya adalah mereka yang sudah tua atau mereka yang sedang bekerja. Jika ke suatu kedai makanan, para koki atau pramusajinya akan menghindari Anda ketika mengeluarkan kamera. Tapi bagi anak mudanya yang gaul, justru sebaliknya. Beberapa dari mereka justru dengan senang hati diajak berfoto bersama. Asalkan, minta izin dulu ya!


4. Orang tua yang masih kuat dan sehat

Masyarakat Jepang boleh dinilai sebagai masyarakat yang produktif. Lihat saja di jalan raya, masih banyak orang-orang tua yang berjalan kaki walau badannya sudah uzur.

Mereka masih sanggup berjalan sendiri dan pelan-pelan mencapai tujuannya. Ada yang langkahnya kecil-kecil, ada juga yang sudah menggunakan tongkat. Apalagi kalau di tempat wisata, seperti di kawasan kastil, jangan heran melihat banyak orang tua di sana.

Mengapa begitu, sebab orang-orang yang lanjut usia di Jepang masih tetap ingin hidup sehat. Dengan bergerak, mereka terus berusaha menjalani hidup yang sehat dan terus melatih fisik mereka yang sudah dimakan usia. Mereka tak malu untuk berjalan di depan umum, toh orang-orang lain apalagi anak muda juga menghargainya.

Masa tua bagi mereka pun, seolah bukan berarti duduk-duduk dan hanya bersantai saja. Seperti jantung saja, bergerak adalah bukti bahwa mereka masih hidup.


5. Baca komik porno di depan umum

Nah, sekarang giliran budaya Jepang yang nyeleneh. Ini tentang komik porno di Jepang, terkenal dengan sebutan hentai.

Barang itu bisa ditemui di toko buku, termasuk juga di minimarket. Yang bikin kaget, orang-orang sana akan cuek bebek membacanya di depan umum.

Mereka tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Mereka fokus dan anteng membaca, meski Anda bisa saja melihat jelas halamannya.

Kebanyakan yang membacanya adalah pria, baik anak muda sampai orang tua. Walah!


6. Love Hotel

Love hotel adalah konsep hotel yang unik di Jepang. Sesuai namanya, hotel tersebut adalah hotel yang dikhususkan untuk bercinta. Kamarnya bukan sekedar kasur dan lemari saja, tetapi juga ditambahkan aneka sex toy, kostum-kostum seksi dan tema-tema erotis.

Salah satu kawasan di Tokyo yang terkenal dengan love hotel, yakni Kabukicho di sebelah utara Stasiun Shinjuku. Kawasan ini terdiri bari banyak jalan dan gang kecil yang menyediakan bar, pub, kelab malam dan juga Love Hotel.

Nuansa remang-remang mewarnai kawasan Kabukicho dengan aneka lampu neon boks yang temaram. Jalanan di Kabukicho cenderung sempit, hanya cukup dua mobil. Di kanan dan kiri jalan bertebaran Love Hotel. Nama-namanya pun simpel misalnya saja Hotel Venus, Hotel Sun, Hotel Giardino, Hotel Leoni dan nama-nama sejenis itu.

Love hotel di Kabukicho pun mulai buka saat matahari terbenam. Bukanya bisa sampai pagi, bisa sampai pukul 05.00 waktu setempat. Kalau jalan-jalan ke sana, baiknya jangan sendiri ya!

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?