GuidePedia

0


LHOKSUKON - Kalau ada yang bisa dilakukan untuk menyenangkan anak-anak yatim Rohingya, saya ingin melakukannya. Tak harus pakai duit, kan? Minggu, (17/5/2015), tampillah, Razali, pria parobaya dari Keude Lapang, Lhoksukon, Aceh Utara. 

Apa yang bisa anda lakukan? "Saya bisa memangkas rambut anak-anak itu. Kasihan, mereka tak karuan rambutnya," ujar Razali. Wah, ini jenis relawan unik yang sebelumnya belum pernah dilibatkan dalam aksi kemanusiaan ACT. 

Jadilah, sore itu, sehabis menonton film animasi, anak-anak lelaki pengungsi Rohingya dibawa ke alam terbuka. Duduk di bangku plastik, antri dengan tertib. Antrian anak-anak yang mau ikut pangkas rambut massal‎, jadi tontonan menarik. Di sudut-sudut yag luas, sepanjang adegan ini bisa dipandang, banyak hati ikut terhibur. Banyak bibir ikut tersenyum. Senang, anak-anak ada yang mengelus kepalanya, menyisir, usai rambutnya dipangkas Razali dengan rapi.

Anak-anak Rohingya, kembali tersenyum. Saling lirik kawan yang masih kusut-masai rambutnya. Yang sudah dipangkas, merasa gagah. Sayang tak ada cermin besar buat bergaya. Mengintip wajah di cermin Pak Razali, cukuplah. Hari ini, hidup baru kuawali dengan membuang 'rambut Myanmar' ku. Biarlah, hari ini tumbuh rambut baru, rambut yang tumbuh di Tanah Rencong, Bumi Aceh Utara. 

Razali, menikmati menit demi menit, menyisir dan memotong rambut anak-anak itu. Ia lakukan penuh penghayatan, seperti memegang kepala anaknya sendiri. Kalau Razali bisa menyenangkan anak-anak dengan alat pangkas rambutnya, kita semua pasti bisa. Mereka, generasi pelanjut nasib bangsa Arakan, muslim Rohingya tak boleh punah. (is/ajm)

Sumber: ACT
Sumber

lanjutin di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?