GuidePedia

0

Setidaknya ilmuwan telah menemukan lebih dari 30 spesimen fosil lengkap yang diduga merupakam spesies baru, Serenichthys Kowiensi. Paleontolog Dr Robert GESS dan Profesor Michael Coates dari University of Chicago menjelaskan bahwa fosil ini diperkirakan berasal dari periode Devon Akhir. Temuan ini dituliskan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di Zoological Journal of Linnean Society of London pada bulan Agustus lalu.


Temuan ini menjelaskan spesimen Coelacanth berasal dari periode awal Afrika, salah satu fosil berusia 360 juta tahun ditemukan dekat Grahamstown, Afrika Selatan-Eastern Cape. Menurut Dr Robert, fosil ikan yang ditemukan semuanya tampak halus dan berusia remaja, menjelaskan bahwa Serenichthys hidup di perairan dangkal, air teluk dan muara dipenuhi rumput sebagai tempat berkembang biak seperti yang dilakukan kebanyakan ikan saat ini.


Temuan Fosil Coelacanth Afrika


Sekitar 360 juta tahun yang lalu, Afrika merupakan bagian dari superbenua Gondwana Selatan yang terdiri dari Afrika, India, Australia, Antartika dan Amerika Selatan. Pada waktu itu bebatuan dari Waterloo terbentuk disepanjang pantai semi-tertutup, Agulhas Sea, lokasinya tidak jauh dari Kutub Selatan.




Pada awalnya panteolog mengidentifikasi temuan Coelacanth pertama kali ketika melakukan penggalian di Pertanian Waterloo pertengahan tahun 1990-an dibawah pengawasan Dr Norton Hiller, dari University of Rhodes. 


Coelacanth diyakini telah berkembang selama Periode Devonian sekitar 419,2 hingga 3,2 juta tahun yang lalu, tapi hanya lima spesies Coelacanth diidentifikasi berasal dari periode Devonian. Fosil lainnya sangat fragmentaris, tidak satupun berasal dari Afrika, melainkan dari Amerika Utara, Eropa, Cina dan Australia. 


Diperkirakan fosil ikan berasal dari serpihan hitam yang awalnya terganggu akibat perkembangan pertanian Waterloo. Serpih ini dipadatkan lumpur dan membatu, tersimpan mencapai dasar muara yang tenang, tidak seperti beberapa diantaranya yang berada di sepanjang pantai Timur Cape saat ini.


Perkembangan Coelacanth mendandakan usianya jauh lebih muda dibanding fosil 300 juta tahun yang ada di Mazon Creek Illinois, Amerika Serikat. Menurut panteolog, fosil ini merupakan sejarah kehidupan awal Coelacanth kuno yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang sejarah kehidupan Coelacanth modern, yaitu Latimeria. Fosil ini memang berusia muda, tapi asal perkembangannya masih belum diketahui. 


Menurut analisis evolusi, fosil ini merupakan spesies Devonian yang paling menyerupai garis keturunan yang mengarah kepada coelacanth modern. Spesies yang ditemukan 100km dari mulut Sungai Chalumna merupakan spesimen jenis Latimeria Chalumnae (Coelacanth Modern pertama), ditemukan pada tahun 1938. Semua spesimen ini sekarang menjadi koleksi palaeontologi yang disimpan di Albany Natural History Museum, Grahamstown, Eastern Cape, Afrika Selatan.


Referensi

Africa's earliest known coelacanth found in Eastern Cape: More than 30 complete specimens of the new fossil species, Serenichthys kowiensis, September 2015 by University of the Witwatersrand.

Sumberlanjutin di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?