GuidePedia

0

Tiada saat paling menyakitkan dalam kehidupan kita kecuali saat kita menghadapi Sakratul-maut (kesakitan saat maut).

Diriwayatkan dari Al-Hasan bahwa suatu ketika Rasulullah (S.A.W.) menyebut-nyebut kematian, cekikan, dan rasa pedih. Beliau bersabda, "Sakitnya sama dengan tiga ratus tusukan pedang." (Ibn Abi'l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260)

Suatu ketika Beliau (S.A.W.) pernah ditanya tentang pedihnya kematian. Dan Beliau menjawab, "Kematian yang paling mudah ialah serupa dengan sebatang pohon berduri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang terkoyak?"(Ibn Abi'l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260)

Demikianlah sedikit gambaran tentang saat kita dicabut nyawanya nanti. Nyawa kita dan jasad kita sudah seperti batang berduri yang menancap di kain sutera. Apabila batang berduri tersebut dicabut tentunya akan merusak kain sutera yang menempel padanya.

Rasulullah (S.A.W.) pun pernah berdoa untuk meringankan Sakratulmaut untuk dirinya. Nabi (S.A.W.) bersabda, "Ya Allah, sesungguhnya engkau telah mencabut nyawa dari urat-urat, tulang hidung dan ujung-ujung jari. Ya Allah, tolonglah aku dalam kematian, dan ringankanlah dia (Sakratulmaut) atas diriku." (Ibn Abi'l-Dunya, K. Al-Maut, Zabiidii, X.260)

Salah satu cara untuk meringankan Sakratulmaut.

Dalam buku Fiqh-Us-Sunnah karangan Sayyid Sabiq, disebutkan Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda: "Sadaqah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan saat maut (Sakratulmaut)."

Rasulullah (S.A.W.) juga pernah bersabda, "Sadaqah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sadaqah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)

Allah berfirman: "Dan datanglah sakaratul-maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." (Al-Qur'an 50:19) (via maskurii)

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?