GuidePedia

0

Solopos hari ini halaman Soloraya mengabarkan proyek city walk menyimpang karena belum mengantongi izin Kemen PUPR.

Wisbenbae.blogspot.com, SOLO — Proyek city walk di saluran irigasi sekunder Colo Timur diduga terindikasi menyimpang lantaran belum mengantongi izin penggunaan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Pernyataan itu diungkapkan anggota DPRD Sukoharjo, Martono, saat dihubungi , Senin (29/8/2016). Menurut dia, Kemen PUPR telah memastikan tidak akan menerbitkan rekomendasi teknis dan izin penggunaan aset proyek city walk. Proyek senilai Rp29 miliar itu menutup saluran irigasi sekunder sehingga mengurangi kapasitas tampung air. Padahal, sebagian proyek city walk telah rampung dikerjakan pada 2015.

Kabar proyek city walk Colo Timur Sukoharjo yang diduga menyimpang menjadi headline Solopos hari ini halaman Soloraya. Selain itu Solopos hari ini halaman Soloraya mengabarkan Solo Job Fair, ekonomi makro dan e-retribusi. Simak cuplikan kabar Solopos hari ini halaman Soloraya, Selasa (30/8/2016):

SOLO JOB FAIR : Tak Sekadar Lowongan, Tetapi Juga Beri Tips Lolos Kerja

Ratusan orang memadati kawasan Sentra Niaga Solo Baru, Sukoharjo, Senin (29/8/2016) siang. Pakaian mereka rapi dan sopan. Mereka juga mengenakan sepatu meski berada di pusat perbelanjaan. Tidak ada yang mengenakan kaus oblong, maupun memakai sandal.

Banyak di antara pengunjung yang membawa map berisikan berkas-berkas, salah satunya Agung M. Dia berjalan-jalan sambil melihat lihat puluhan stan yang berjejer rapi di kawasan Sentra Niaga. Pria berusia 23 tahun itu kemudian berhenti di salah satu stan yang cukup ramai dipadati pengunjung. Setelah cukup sabar mengantre, akhirnya tiba gilirannya bertatap muka dengan petugas.

EKONOMI MAKRO : Ekonomi Soloraya Diprediksi Tetap Tumbuh Baik

Rencana pemerintah memotong anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Rp133,8 triliun dinilai tidak akan berpengaruh banyak terhadap pergerakan ekonomi di Soloraya. Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memotong APBN Perubahan, di antaranya Rp65 triliun untuk pos belanja kementerian dan Rp68,8 triliun untuk dana belanja daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto, mengungkapkan berdasarkan rapat koordinasi nasional (rakornas) kepala daerah beberapa waktu lalu, diketahui dana yang menganggur di bank cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah memotong anggaran supaya tidak semakin banyak dana yang mengendap.

E-RETRIBUSI : Punya Kios Lebih dari Satu, Bayar Lebih Ribet

Sejumlah pelaku usaha di Pasar Singosaren yang memegang surat hak penempatan pasar (SHP) lebih dari satu unit mengeluhkan rumitnya sistem pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi). Pelaku usaha harus memiliki satu rekening dan kartu e-retribusi untuk satu SHP.

Jika mereka memiliki dia SHP, artinya mereka harus punya dua rekening. Pasar Singosaren menjadi salah satu sasaran uji coba penerapan e-retribusi atau pembayaran retribusi dengan transaksi nontunai menggunakan kartu pintar (smart card). Penggantian sistem dari manual menjadi elektronik tersebut rencananya dimulai September.

Sumber


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?