GuidePedia

0

Let's put it this way. Si jenius Stanley Kubrick lebih pinter dalam mengemas cerita daripada author bukunya Stephen King yang sering kesulitan dalam soal membentuk cerita yang koheren dan konsisten mengalir dari awal sampai akhir. Kubrick juga dengan jago mampu menampilkan kengerian yang jauh lebih mencekam daripada versi buku

2. Fight Club

Sang penulis bukunya Chuck Palahniuk bahkan lebih menyukai versi film yang digarap dengan apik oleh David Fincher daripada karyanya sendiri. Fakta itu saja rasanya sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana versi film Fight Club lebih baik dalam banyak aspek daripada bukunya.

3. Forrest Gump

Yang ini gak sulit dijelaskan karena versi bukunya bener-bener buruk dan absurd. Bayangkan aja, di bukunya ada bagian di mana Forrest pergi ke luar angkasa bersama Simpanse dan kemudian nyasar di pulau yang dihuni suku kanibal. WTH? Bukunya bener-bener jelek sampai-sampai rasanya memang ada keajaiban sehingga versi filmnya bisa jadi jauuuuuuh lebih bagus dari bukunya

4. American Psycho

Versi film menjadi jauh lebih nyaman dinikmati karena akting Chistian Bale yang luar biasa. Dalam versi bukunya tokoh yang diperankan Bale tidaklah semenarik versi film. Bale mampu menghidupkannya dan memeberi ciri yang luar biasa. Kemudian di bukunya pun apa-apa dijelaskan dengan terlalu mendetail sehingga sangat mudah menjadi bosan saat membaca bukunya

5. Trainspotting

Alasan yang sangat mudah untuk mengatakan kenapa versi filmnya lebih bagus. Bukunya ditulis dengan bahasa slang skotlandia yang menyakitkan untuk dibaca siapapun yang gak pernah belajar atau mendengar aksen tersebut di dunia nyata. Dan banyak hal baru yang dimunculkan di film yang pada akhirnya menambah keasikan menonton

6. The Godfather

Tentunya ada alasan kenapa filmnya selalu disebut sebagai yang terbaik sepanjang masa sedangkan bukunya jarang disebutkan oleh siapapun. The Godfather is Pinnacle of Quality Cinema.

Kamu punya referensi lain? Boleh banget share di mari!



Post a Comment Blogger

Beli yuk ?