GuidePedia

0

Entah ada angin apa, tiba-tiba Pak Mentri Pertahanan (Menhan) hendak mewajibkan bela negara untuk pemuda Indonesia. Bisa membayangkan cowok-cowok kita yang bangun pagi aja setengah mati susahnya harus ikutan bela negara. Ya ampun, belain ceweknya waktu rebutan barang diskonan di mall aja males. Apalagi bela negara, Pak?


1. Belum bela negara aja sekarang sudah sok sibuk, apalagi kalau nanti benaran ada wajib bela negara.

Kayak gini suruh bela negara? via test.cumicumi.com

Cowok-cowok zaman sekarang ini sangat jauh berbeda dengan zaman masa muda Pak Menhan dulu. Beda banget. Cowok-cowok sekarang adalah cowok-cowok berpomade yang punya salon sendiri ala-ala barber shop gitu. Buat cukuran brewok aja, mereka harus ke salon lho, Pak Menhan. Cowok-cowok sekarang ini generasi yang super sibuk sampai-sampai sering nggak ada waktu buat kita cewek-ceweknya. Mereka sibuk mengasah batu akik, gedein badan di tempat gym, atau main game. Belum lagi mereka, para cowok-cowok yang sibuk jadi wotanya JKT48. Bayangin kalau mereka masih harus ditambah dengan wajib ikutan bela negara, mereka bakal lebih bisa ngeles dan sok sibuk waktu cewek-ceweknya ngajak ketemuan.


2. Pastinya mereka lebih susah dihubungi dan nggak pernah ngasih kabar dengan alasan: “Nggak boleh teleponan, karena lagi bela negara!”

Mereka juga wajib bela negara? via www.wowkeren.com

Sekarang saja, di daerah urban yang banyak sinyal ini cowok-cowok itu punya seribu satu alasan buat menghilang tanpa bisa dihubungi. Yang baterenya habislah, nggak dengarlah, pokoknya ada aja. Seumpama mereka wajib ikutan bela negara pasti lebih jago lagi ngilangnya. Mereka bisa dengan jumawa nggak ngasih kabar dan nggak bisa dihubungi karena alasan nggak boleh pegang hape selama bela negara. Sepertinya mereka lebih cocok ikutan bela legislatif deh dari pada bela negara.


3. Sekarang aja diajak nikah alasannya macam-macam; yang belum lulus lah, belum kerja lah, eh nanti ketambahan belum bela negara. Hadeh!

Jago sih tapi jago gombal via www.liputan6.com

Kebanyakan cowok sekarang adalah tipe-tipe yang romantis dan puitis tapi pura-pura kritis waktu ditanya nikah. Ada saja alasan cowok-cowok itu buat ngeles. Mulai dari nunggu lulus, nunggu dapat kerjaan, nunggu punya penghasilan yang mapan, sampai nunggu ceweknya dilamar orang lain dulu baru dinakahin. Nah, kalau seandainya ada wajib bela negara, pasti deh cowok-cowok semakin jago ngeles waktu ditanya kapan nikah.


“Kan aku belum bela negara. Habis bela negara baru deh aku cari kerja, habis gitu nabung beli rumah, baru deh kita nikah…”

Keburu Dinosaurus bangkit lagi dong kalau kayak gitu caranya?


4. Kebayang dong bakal lagu Bang Toyib akan menjadi soundtrackbagi banyak cewek-cewek yang ditinggal cowoknya bela negara.

Aku bukan bang toyib… via dekandidat.com

Sekarang saja, pasangan-pasangan yang LDR selalu sibuk pasang status galau. Di path, lagu Ran yang Dekat di Hati nggak pernah abes jadi play list ‘listening to’. Itu baru karena LDR-an yang masih bisa kontak-kontakan lewat telepon atau chatting lho! Gimana coba seandainya cowok-cowoknya harus wajib ikut bela negara. Sudah dipastikan jumlah pemudi galau di Indonesia semakin bertambah secara signifikan jumlahnya. Mereka tak hanya sedih lantaran jauh namun juga lantaran tak ada kabar kapan pasangannya akan pulang. Jadilah lagu Bang Toyib yang nggak pulang-pulang itu kembali hits karena jadi soundtrack percintaan cewek-cewek yang ditinggal bela negara cowoknya.


5. Bukannya nggak bangga kalau cowok-cowok berjuang untuk negara, tapi apa iya harus dengan mengangkat senjata.

Apa semuanya harus begini? via www.sipayo.com

Siapa sih yang nggak bangga kalau cowoknya turut mengharumkan nama bangsa? Semua pasti bangga punya cowok seperti itu. Tapi, ya tahu lah kapasitas tiap orang berbeda. Enggak semua orang bisa berprestasi dengan cara berperang angkat senjata. Kalau dipaksain bukannya malah kelihatan gagah, eh malah ngerepotin. Lagi pula, apa yang namanya bela negara dan cinta Tanah Air itu cuma dengan angkat senjata. Eh, ngomong-ngomon, ini mau angkat senjata melawan siapa sih? Wong sekarang penjajah yang ada di Indonesia itu datangnya nggak pada bawa senjata kok!


6. Banyak cara untuk menunjukkan cinta tanah air selain dengan ikut bela negara, ini juga termasuk bela negara lho!

Ini juga termasuk bela negara lho! via www.ciputranews.com

Ada banyak cara kok untuk menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air dan membela negara. Semua profesi apapun kalau dilakukan dengan sepenuh hati dan bisa bermanfaat buat orang banyak juga bisa membantu negara. Keamanan negara bukan cuma soal senjata saja kan?


7. Membawa nama baik Indonesia di kancah internasional, emangnya bukan termasuk cinta Indonesia?

Bangga jadi Indonesia via uniqpost.com

Memang sih nampaknya nggak mempertaruhkan tumpah darah, tapi apa itu berarti nggak membela negara dan cinta Tanah Air?


8. Berprestasi di bidang yang ditekuni ini memangnya cuma gaya-gayaan doang? Ini juga bela negara woy!

Apa namanya kalau bukan bela negara? via jakarta.coconuts.co

Setiap orang punya kemampuannya masing-masing. Enggak semuanya bisa perang.


Bapak-bapak yang terhormat bela negara dengan cara apa?


9. Belum bisa berbuat yang muluk-muluk. Paling tidak, membela orang terdekatnya dulu lah.

Yang penting mengamankan hatiku via www.dhayapesona.com

Intinya, banyak cara kok untuk mempertahankan keamanan dan menunjukkan kecintaan terhadap negara. Enggak perlu semuanya dipaksa untuk ikutan wajib bela negara, setiap penduduk pasti sudah punya keinginan dan cara sendiri untuk membela negaranya. Kalau belum bisa berbuat banyak, minimal mengamankan dan menjadi kebanggaan buat orang-orang di sekitarnya dulu lah. Sekitarnya kan termasuk Indonesia juga.


“Kalau kamu ikhlas nggak cowok kamu ikutan bela negara?


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?