GuidePedia

0

Anak-anak suku Dani yang melintasi Kali Jago (Randy/detikTravel)

Yahukimo - Suku Dani di pedalaman Papua sana, punya cara sendiri untuk menghargai air. Air, bagi mereka adalah karunia dari Tuhan yang harus dijaga untuk tidak dikotori dan digunakan sebaik mungkin. Inilah ceritanya yang inspiratif.

Tidak usah jauh-jauh belajar mengurus air hingga negeri Belanda. Masyarakat Suku Dani di Papua punya cara sendiri untuk mengurus dan menghargai air yang telah alam berikan.

Bagi masyarakat Suku Dani dan sekitarnya yang bermukim di Lembah Baliem, air ibaratnya sebuah karunia yang menghidupi banyak orang dan harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Setidaknya itulah yang ada di benak setiap masyarakat Suku Dani.

Saat Aing trekking dari Sogokmo menuju Desa Kurima di Kabupaten Yahukimo, Selasa (15/9/2015) rombongan sempat beristirahat di tepi Kali Jago dan berinteraksi dengan masyarakat lokal yang sedang membangun rumah adat honai.

Sementara kaum pria sibuk gotong royong membangun rumah honai, kaum mama sibuk mengambil air dari sungai dan membuat makanan. Sambil santai, detikTravel sempat ngobrol dengan Mama Aitelug yang tinggal tidak jauh dari Kali Jago. Menurut masyarakat setempat, Kali Jago dianggap sakral sekaligus sumber air. 


"Aturan adatnya, kita tidak boleh mandi di aliran sungai Kali Jago, cuma boleh di hilir saja," ujar Mama Aitelug sambil menunjuk Kali jago yang bertemu dengan Sungai Baliem.

Ternyata aliran air di Kali Jago sangat dijaga oleh masyarakat setempat. Sebagai salah satu sumber air masyarakat, setiap bentuk tindakan yang dianggap dapat mencemari kebersihan sungai sangat dilarang untuk dilakukan.

"Tidak boleh sembarangan mandi di sungai, kalau ada yang melanggar harus membayar denda adat berupa babi dan uang," tegas Mama Aitelug.

Selain dengan kesepakatan dan kesadaran untuk menjaga air, masyarakat setempat juga mengenakan hukum adat bagi siapa pun yang melenggar aturan dan mencemari sungai. Siapa sangka kalau masyarakat yang masih tradisional memiliki sistem yang begitu ampuh untuk menjaga kebersihan air. Salut sekali!


Anggapan air yang berharga bagi masyarakat Suku Dani dan lainnya di Papua turut didukung oleh sejarawan JJ Rizal yang turut serta dalam rombongan Mahakarya. Bahwa Suku Dani yang berbudaya dan arif memang menggangap air sebagai hal yang sakral.

"Suku Dani itu memahami air dan sungai sebagai barang yang suci," ujar JJ Rizal.

Melihat dan belajar langsung akan nilai budaya yang dimiliki Suku Dani sungguh menjadi bahan introspeksi diri. Mereka yang tinggal jauh dari modernitas kota saja bisa begitu arif dan menghargai alam seperti apa adanya. Tentu orang kota dan para traveler bisa belajar banyak dari mereka.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?