Bern - Misteri lubang-lubang pada keju Swiss akhirnya terungkap. Setelah membuat bingung hampir lebih dari seabad lamanya, akhirnya para ilmuwan menemukan jawaban mengapa keju Swiss berlubang.
Tentunya jawabannya bukan seperti yang dikisahkan dalam film kartun yang menyatakan tikuslah yang bertanggung jawab atas lubang-lubang tersebut. Dan lubang-lubang tersebut juga tidak diproduksi oleh karbon dioksida yang dilepaskan bakteri, seperti kepercayaan ilmiah populer selama ini.
Penyebab lubang-lubang itu sebenarnya adalah ember jerami tua, tempat para peternak sapi biasa menampung perasan susu. Bakteri kecil yang melekat pada ember penampung susu itu membuat lubang pada keju saat proses fermentasi dari susu menjadi keju tengah berlangsung.
Agroscope, lembaga pertanian pemerintah Swiss, menyatakan "partikel-partikel jerami kecil mikroskopis" berjatuhan ke ember-ember penampung susu dan berkembang menjadi lubang-lubang besar saat keju matang.
Proses ini hanya mempengaruhi beberapa keju di Swiss, seperti Emmental dan Appenzell.
Penemuan ini juga memecahkan teka-teki lain tentang mengapa lubang terkenal pada keju, seperti Emmentaler atau Appenzeller, menjadi lebih kecil atau menghilang sama sekali selama 15 tahun terakhir.
Hal tersebut karena proses produksi susu kini lebih higienis dan modern. Agroscope mengklaim produksi yang kini sepenuhnya otomatis pada sistem industri pemerahan susu telah menyebabkan jumlah lubang menurun atau menghilang.
"Ini karena hilangnya ember penampung susu tradisional," kata juru bicara Agroscope, Regis Nyffeler, seperti dilansir Sky News pada Rabu, 28 Mei 2015.
Para peneliti di badan yang didanai pemerintah Swiss itu melakukan uji coba dengan menambahkan jumlah yang berbeda dari debu jerami pada susu yang akan diproduksi menjadi keju. Agroscope menyatakan penelitian ini telah dilakukan sejak 1917 atau hampir mendekati satu abad lamanya.
Seusai menjalankan salat Tahajud, seorang kiai mendadak ingin keluar dari langgar, mencari udara segar. Di depan langgar, dia melihat sala...Read more »
Makan Mayit yang merupakan acara makan malam "vegetarian" yang disajikan dalam piring boneka bayi yang telah dibelah dan camilan berbentuk bayi, ba...Read more »
Ada berbagai ekspresi yang biasa diungkapkan seseorang ketika baru saja selesai membaca sebuah buku. Dari "Ah, bukunya biasa saja" sampai yang ...Read more »
JAKARTA, Wisbenbae.blogspot.com – Foto pembagian produk roti milik perusahaan Sari Roti secara gratis di Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desem...Read more »
Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil. Pulau-pulau ini menyebar berbatasan dengan Singapura, Malaysia, hingga Vietn...Read more »
Wisbenbae.blogspot.com — Seorang pria Norwegia menciptakan sebuah lagu bertajuk "Nasi Padang".
Pria bernama Audun Kvitland Rostad itu mengun...Read more »

Miturut Serat Damarwulan, ana paraga kang asring disebut yaiku Waita lan Puyengan. Waita lan Puyengan iku garwa selire MenakJingga. Jalara...Read more »
Post a Comment Blogger Facebook
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.