GuidePedia

0

Santiago - Liburan ke Amerika Selatan, turis Israel mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan. Paspornya digambari penis oleh oknum imigrasi Chili di perbatasan.

Pengakuan ini disampaikan oleh seorang turis Israel bernama Tal Y'aakobi (25), yang berasal dari daerah Rosh Ha'Ayin, Israel. Tak hanya digambari penis, paspor Tal juga ditulisi "Viva Palestinia" yang berarti "Hidup Palestina!"

Kejadian ini pun menjadi pemberitaan beberapa media massa internasional. Ditelusuri detikTravel, Senin (29/8/2016), sebenarnya kejadian ini sudah terjadi sekitar tahun 2015 lalu. Media pertama yang menulisnya adalah The Jewish Cronicle.

Namun belakangan, kabar ini mencuat lagi setelah dibagikan oleh seorang jurnalis asal Israel bernama Itay Blumental di sosial media Twitter. Belum lagi ditambah kejadian sentimen anti Israel, yang terjadi belum lama ini di Olimpiade Rio 2016, saat pejudo Mesir bernama El Shehaby menolak berjabat tangan dengan Sasson, pejudo asal Israel.



Kisah Tal bermula ketika dia sedang liburan ke Amerika Selatan. Saat hendak melintasi perbatasan dari Chili menuju ke Argentina, Tal mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan diskriminatif saat pemeriksaan paspor.

"Dari awal, orang di perbatasan sudah bersikap memusuhiku. Mereka melempar pasporku tepat di wajah. Mereka kemudian menahanku selama satu setengah jam secara sengaja," cerita Tal seperti ditulis The Independent.

Selain perlakuan itu, Tal juga baru tersadar ada sesuatu yang lain tertulis di paspornya, selain stempel imigrasi. Tal menyadari adanya tulisan ini setelah 4 hari kemudian. Di salah satu lembar paspornya, ada gambar penis dan tulisan "Viva Palestinia" dengan tinta berwarna biru.

Tal percaya, tulisan ini merupakan kelakuan oknum petugas imigrasi yang memeriksanya di perbatasan Chili. Akibat ulah tidak bertanggung jawab petugas imigrasi ini, Tal harus mengganti kembali paspornya dan menghabiskan biaya sebesar kurang lebih 1.230 Shekels Israel (setara Rp 3,5 Juta).

"Tidak ada alasan mereka harus melakukan ini hanya karena aku orang Israel," keluh Tal seperti ditulis media Daily Mail.

Kejadian seperti ini disayangkan sejumlah pihak. Seharusnya masalah politik dikesampingkan, atas nama profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.




Post a Comment Blogger

Beli yuk ?