GuidePedia

1



Pasukan Densus 88 yang menangkap terduga teroris Siyono dan meninggal di Dusun Brengkuan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten membuktikan pasukan antiteror itu memunculkan teror baru.

Penggeledahan dilakukan di rumah Siyono yang juga digunakan sebagai sekolah TK. Akibatnya, anak TK sempat ketakutan atas kedatangan densus 88 tersebut.

“Penggeledahan membuat anak-anak TK ketakutan. Ini memprihatinkan,” kata pengamat kontroterorisme Harits Abu Ulya dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (12/3).

Kata Harits peristiwa yang menimpa Siyono semakin meneguhkan bahwa revisi Undang-Undang terorisme tidak relevan. Pasalnya, yang lebih penting saat ini bagaimana meningkatkan moralitas dan profesionalitas aparat di lapangan.

Menurut Harits, tindakan Densus 88 itu justru akan melahirkan antipati pada upaya kontra terorisme. Bahkan dapat melahirkan kebencian secara komunal dari berbagai elemen umat Islam.

“Penindakan itu wewenang aparat. Namun bukan berarti mereka bisa melakukan suka-suka mereka,” ujar Harits

Harits mengatakan, kasus di Klaten menjadi bukti Densus 88 telah melahirkan teror bagi anak-anak. Situasi seperti ini sudah berungkali terjadi.

Untuk itu, kata Haris, terkait kinerja Densus 88 di lapangan perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Sehingga kinerja mereka tidak melahirkan ketakutan bagi masyarakat.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top