GuidePedia

0


Jadi, apakah Anda masih mau melanjutkan hobi belanja?© Halfbottle /Shutterstock

Akhir tahun adalah masa penuh euforia. Salah satu aktivitas yang identik dengan akhir tahun adalah belanja. Satu hal perlu Anda tahu bahwasanya, belanja tak membuat Anda bahagia.

Whoever said money can't buy happiness simply didn't know where to go shopping.Bo Derek

Agaknya kutipan populer di atas perlu direvisi. Profesor Tim Kasser dan Kennon Sheldon membuktikan sebaliknya lewat penelitian. Seperti dikabarkan Vice

Kasser dan Sheldon meneliti perilaku konsumtif orang Amerika menjelang Natal. Duo profesor tersebut menemukan bahwa kebahagiaan datang bukan dari aktivitas belanja. Melainkan dari tindakan yang memuaskan kebutuhan untuk menjadi lebih dekat dengan keluarga. Juga menemukan makna hidup.

Kasser memberi penjelasan. "Hasrat untuk menjadi orang materialistis adalah manusiawi," ujarnya.

Orang ingin memiliki barang-barang tertentu untuk mendapatkan status yang melekat pada barang tersebut. Dosen psikologi di Knox College ini menambahkan, sebagai makhluk primata, wajar jika manusia cenderung berorientasi pada status.

Banyak penelitian sebelumnya, kata Kasser banyak menemukan kesamaan. Semakin seseorang memiliki nilai-nilai materialistis, semakin tak bahagia pula mereka.

"Pola pikir konsumtif dapat mengalihkan perhatian kita dari cara yang lebih jelas memuaskan bagi kita untuk menjalani hidup," kata Kasser. Karena itu, gaya hidup konsumtif cenderung tak membuat pelakunya bahagia.

Ini bukan berarti Anda tak boleh belanja. Coba lebih saksama. Misal dengan membelibarang berkualitas. Sesuatu yang tak akan Anda buang, melainkan dirawat dan disayang.

Dari kacamata lain, Anda tetap bisa membeli kebahagiaan. Seperti kata psikolog Dan Ariely. Gunakanlah uang Anda untuk melakukan aksi baik hati dan membeli pengalaman baru.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?