GuidePedia

0


Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani memang bukan orang biasa, tapi luar biasa. Bagaimana tidak? Bareskrim Polri sebagai salah satu penegak hukum di negeri ini seolah tak berdaya dan harus menuruti kemauannya untuk menjalani pemeriksaan di kantor kemenkeu di lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Bareskrim yang selama ini dikenal sangar di bawah pimpinan Komjen Budi Waseso alias Buwas ini seolah tak berdaya.

Siapa sebenarnya Sri Mulyani ini?

Alkisah, beberapa sumber intelijen di bandara Soekarno Hatta sempat terkaget-kaget dengan kedatangan Sri Mulyani dari Amrik yang biasanya seorangan saja ini mendadak hingar bingar dengan kawalan empat bule berbadan tegap serta berkacamata hitam layaknya anggota pasukan khusus. Meski terlihat santai layaknya turis mancanegara, namun gerak gerik empat bule yang selalu bertukar pandang dan terus melekat dengan Sri Mulyani ini seolah menunjukkan bahwa mereka sedang mengawal seseorang yang istimewa.

Kekagetan sejumlah petugas di bandara akhirnya terjawab setelah verifikasi data dilakukan terhadap keempat bule tersebut. Terjawab sudah, berdasarkan hasil pemindaian intelijen keimigrasian, keempat bule tersebut adalah pasukan khusus Amrik yang juga agen Federal Burreau Investigation alias FBI.

Informasi kedatangan empat agen FBI ke Indonesia tanpa ada konfirmasi atau kegiatan kenegaraan Amrik tentu saja menjadi pertanyaan besar bagi komunitas intelijen Indonesia, khususnya yang ditempatkan di bandara Soetta. Agen Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas memantau lalu lintas orang di bandara ini pun bergerak cepat dan berbagi informasi dengan satuan intelijen lain untuk memantau kegatan empat agen FBI ini.

Singkat kata, akhirnya diketahui bahwa empat agen FBI ini bertugas untuk mengawal Sri Mulyani berkaitan dengan rencana pemeriksaannya dalam kasus dugaan korupsi penjualan kondensat jatah negara oleh PT TPPI yang diperkitakan merugikan negara hingga Rp2 triliun.

Namun menjadi pertanyaan besar bagi saya yang juga tertarik dengan kasus yang katanya melibatkan banyak pihak di pemerintahan di masa kepemimpinan presiden SBY ini. Konon kabarnya, kasus ini sebenarnya melibatkan pihak Amrik sehingga ada upaya agar kasus ini tidak berlanjut atau di peti es kan sehingga tidak merembet sehingga menggangu kepentingan banyak pihak. Pertanyaannya adalah, apa kepentingan Amrik dalam kasus korupsi ini? Siapa pihak yang dilindungi oleh Amrik ini?

Bukan hal gampang untuk menjawabnya karena harus menelusuri berbagai fakta dan saling mengaitkan berbagai kemungkinan untuk bisa sampai pada kesimpulan tentang keterlibatan Amrik dalam kasus tersebut. Namun yang jelas, polisi dalam hal ini Bareskrim seolah tak kuasa dengan manuver Sri Mulyani yang menolak diperiksa di kantor polisi padahal jelas-jelas tidak ada alasan tak mengikutinya.

Sri Mulyani memberi keterangan dihadapan penyidik 

Polisi seolah tunduk dengan skenario pemeriksaan di gedung kementrian keuangan sehingga semua kendali ada di tangan Sri Mulyani. lihat saja bagaiman pose pemeriksaan dari foto yang diperoleh media Rimanews ini. Terlihat bagaimana penyidik Bareskrim terlihat hanya seperti beberapa orang yang sedang melakukan wawancara ketimbang memeriksa seorang saksi dalam sebuah kasus korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Dalam pemeriksaan inipun, Bareskrim yang biasanya menurunkan penyidik pemeriksa berpangkat minimal Ajun Komisaris Besar atau AKBP ini ternyata hanya menurunkan penyidik berpangkat Kompol dan AKP. Mungkin saja dua penyidik berbaju putih yang telihat tekun mendengarkan Sri Muyani bercerita ini memiliki kemampuan di atas rata-rata dan menguasai permasalahan sehingga mendapat kehormatan untuk melakukan pemeriksaan. Atau penyidik berpangakt AKBP ke atas pada ketakutan dengan intervensi agen FBI sehingga mereka yang diturunkan.

Yang jelas dalam kasus ini, Sri Mulyani yang kini terlihat semakin segar dan cantik ini berada di atas angin. 


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?