GuidePedia

0

Bangkok - Paras cantik dan tinggi semampai. Lekuk tubuh aduhai dan kulit putih mulus tanpa noda. Belum lagi, sikapnya ramah bahkan tak segan untuk merayu manja. Siap-siap digoda oleh mereka, ladyboy saat traveling ke Thailand.

Culture shock yang paling berkesan saat jalan-jalan ke Thailand, apalagi kalau bukan bertemu ladyboy. Sama speerti di negara-negara lain, ladyboy sebenarnya adalah pria yang 'bertransformasi' menjadi wanita. Tak tanggung-tanggung, mereka mengubah total penampilannya 180 derajat!

Dari informasi yang dikumpulkan Aing, Kamis (4/5/2015) para ladyboy bisa ditemui di kota-kota besar di Thailand. Namun, Bangkok dan Pattaya merupakan dua tempat yang paling terkenal ladyboynya. Ladyboy di sana sungguh cantik jelita!

Ladyboy di Negeri Gajah Putih tersebut ternyata lebih dari sekedar wanita jadi-jadian saja. Beberapa masyarakat percaya, kalau ladyboy merupakan reinkasnasi wanita yang terlahir kembali tapi dalam tubuh lelaki. 'Woman's soul trapped in man's body', begitu orang barat menyebutnya.

Di lain sisi, ladyboy yang di sebagian negara ditentang karena menyalahi garis takdir, malah dihargai di Thailand. Masyarakat setempat yakin, perubahan fisik dari pria menjadi wanita sah-sah saja, asalkan jiwa manusianya tetap baik. Jiwa manusia lebih penting ketimbang fisik.

Kemunculan ladyboy di Thailand sendiri, dimulai pada tahun 1950-an. Kala itu, mereka hanya berani tampil untuk bermain teater atau menampilkan seni lainnya dari desa ke desa. Perlahan tapi pasti, ladyboy mulai dikenal masyarakat dan makin mudah untuk ditemui.

Kini, justru ladyboy menjadi salah satu atraksi wisata yang membuat turis penasaran. Tanyakan sendiri kepada teman Anda yang pernah melancong ke Thailand, mereka pasti punya niat untuk bertemu dengan ladyboy

Pertunjukan ladyboy yang memakai aneka kostum dan menari (Alcazar)

Bisa dibilang, ladyboy di Thailand justru sama cantiknya dengan wanita sungguhan. Belum lagi, mereka rela operasi besar-besaran dan menjalani diet ketat agar tubuhnya makin sempurna.

Para ladyboy pun bisa ditemui di bar atau kafe. Mereka tidak hanya menyapa turis saja, tetapi juga menampilkan berbagai pertunjukan. Mereka melakukan teater musikal, kabaret, pesta kostum dampai bernyanyi dan menari.

Beberapa tempat yang selalu penuh turis yakni adalah Tiffany's Show di kawasan Pattaya Sai Song Road dan Alcazar di Bang Lamung District, Chon Buri yang sama-sama ada di Pattaya, serta Calypso Bangkok di Asiatique di pinggir Sungai Chao Phraya, Bangkok.

Di Tiffany's Show, terdapat panggung besar yang mampu menampung sampai 2.000 penonton. Bahkan, pementasan di sana sudah berusia 40 tahun yang dinilai oleh Thailand Tourism Awards sebagai 'A Spectacular World Class Show'. Tiap pertunjukan punya tema berbeda-beda, seperti tema legenda kerajaan Tiongkok, lalu Arirang yang merupakan tarian tradisional Korea, sampai Be Italian yang menampilkan ladyboy ang mirip model-model dari Negeri Pizza.

Alcazar tak mau kalah, mereka malah punya tagline 'The Best Cabaret Show in Pattaya'. Pertunjukan kabaretnya menjanjikan tata cahaya yang menawan dan kostum-kostum unik serta seksi yang dikenakan para ladyboy.

Calypso Cabaret di Bangkok menampilkan aksi teater para ladyboy di atas panggung. Pertunjukan dansa yang meriah, bakal membuat traveler berdecak kagum.

Pementasan ladyboy di tempat-tempat itu, biasanya dimulai pukul 19.00 dengan waktu pertunjukan satu sampai dua jam. Harga tiketnya beragam, dimulai dari 1.500 Baht atau setara Rp 500 ribu-an sampai puluhan ribu Baht. Tergantung tempat duduk dan fasilitas yang didapat. Bisa didapat dari situs resminya, atau dari operator tur di Thailand.


Puas menonton, para ladyboy akan turun dari panggung dan menyapa penonton lebih dekat. Mereka pun mau difoto, tapi dikenai tarif sekitar ratusan Baht. Meski harus merogoh kocek lagi, tapi tak apalah demi bisa selfie bareng mereka.

Namun, sisi gelap ladyboy juga terdapat di Thailand. Ada yang menjajakan diri untuk hubungan intim yang tarifnya dipatok dengan lamanya waktu. Ladyboy yang seperti itu pun bebas berkeliaran di jalan, malah berani memulai percakapan lebih dulu.

Pertunjukan yang lebih seksi, seperti tari erotis dan striptis dari ladyboy juga ada di bar-bar di Pattaya atau di Bangkok. Biasanya peraturan untuk melihatnya lebih ketat, salah satunya dilarang untuk mengambil gambar.

Ladyboy memang sudah jadi salah satu hal yang bikin traveler penasaran saat melancong ke Thailand. Siapa saja bisa dirayu oleh mereka, termasuk Anda. Namun yang harus diingat, Anda harus bisa jaga diri saat bertemu ladyboy. Berani katakan tidak, kalau digoda.

Terakhir, hargailah ladyboy di Thailand seperti Anda menghargai pria dan wanita. Mereka bukanlah sesuatu yang didiskriminasi di sana, buktinya masyarakatnya saja menerimanya.

Puas menonton, para ladyboy akan turun dari panggung dan menyapa penonton lebih dekat. Mereka pun mau difoto, tapi dikenai tarif sekitar ratusan Baht. Meski harus merogoh kocek lagi, tapi tak apalah demi bisa selfie bareng mereka.

Namun, sisi gelap ladyboy juga terdapat di Thailand. Ada yang menjajakan diri untuk hubungan intim yang tarifnya dipatok dengan lamnya waktu. Ladyboy yang seperti itu pun bebas berkeliaran di jalan, malah berani memulai percakapan lebih dulu.

Pertunjukan yang lebih seksi, seperti tari erotis dan striptis dari ladyboy juga ada di bar-bar di Pattaya atau di Bangkok. Biasanya peraturan untuk melihatnya lebih ketat, salah satunya dilarang untuk mengambil gambar.

Ladyboy memang sudah jadi salah satu hal yang bikin traveler penasaran saat melancong ke Thailand. Siapa saja bisa dirayu oleh mereka, termasuk Anda. Namun yang harus diingat, Anda harus bisa jaga diri saat bertemu ladyboy. Berani katakan tidak, kalau digoda.

Terakhir, hargailah ladyboy di Thailand seperti Anda menghargai pria dan wanita. Mereka bukanlah sesuatu yang didiskriminasi di sana, buktinya masyarakatnya saja menerimanya.

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?