GuidePedia

[imagetag]

Tanggal 8 Maret yang lalu, Science Magazine mempublikasikan sebuah mekanisme di mana partikel-partikel tertentu dapat mengaktifkan keluarga protein seperti sirtuin, yang dapat membantu untuk mengontrol kadar kalori. Protein ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh, menahan kanker dan juga memperpanjang umur.

Salah satu komponen tersebut bernama resveratrol, yang dapat ditemukan di anggur merah. Khasiatnya memperpanjang umur bahkan dihighlight oleh media dengan beberapa headline yang cukup mencengangkan. Salah satu headline-nya "Pil Anggur Merah Mampu Memperpanjang Harapan Hidup Menjadi 150 Tahun." Semua orang pun begitu menantikan kehadiran pil ini di pasaran.

Rumor "pil panjang umur" ini sendiri diawali di tahun 2006 oleh peneliti asal Harvard, David Sinclair yang menemukan khasiat resveratrol. Khasiat ini berhasil diterapkan pada tikus gemuk dan membuatnya tampak begitu sehat. Perusahaan Sinclair, Sirtris bahkan dibeli oleh GlaxoSmithKline seharga $720 juta di tahun 2008.

Namun lima tahun setelahnya, tepatnya Selasa lalu, GlaxoSmithKline tiba-tiba menutup perusahaan pengembang pil tersebut sebelum sempat membuat pil tersebut meledak di pasaran. Beberapa alasan turut mewarnai isu penutupan ini, mulai dari efek samping, kurang aplikatif untuk manusia, sampai ke isu bisnis. Perusahaan yang dibeli dengan mahal ini ditutup tepat beberapa hari setelah Science Magazine mempublikasikan tulisan tentang sirtuin. Masih belum jelas apakah ada kaitan antara tulisan dengan penutupan perusahaan tersebut.

Yang jelas dengan adanya penutupan ini, impian beberapa orang yang sudah menanti kehadiran pil panjang umur ini pupus sudah. Namun setidaknya orang-orang masih bisa menikmati khasiat positif anggur merah.

Beli yuk ?