GuidePedia

0

Pemerintah akan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi jilid III. Berbeda dengan Paket Kebijakan sebelumnya, kali ini Presiden Joko Widodo ingin efeknya bisa dirasakan dalam jangka pendek dan menyentuh masyarakat luas.

Presiden Jokowi ingin, dalam Paket Kebijakan yang akan diluncurkan pekan depan itu, BBM Bersubsidi diturunkan lagi harganya.

Dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis 1 Oktober, Jokowi memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meninjau kemungkinan penurunan harganya.

"Tolong dihitung lagi, apakah masih mungkin Premium itu diturunkan meskipun hanya sedikit," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta seperti ditulis Liputan6.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rabu lalu sudah mengumumkan harga BBM Bersubsidi yang berlaku hingga Desember 2015. Menurut data yang dilansirTempo.co harga tersebut tidak berubah dari harga lama, yakni Premium Rp7.400 per liter untuk daerah Jawa, Madura, Bali.

Untuk daerah di luar Jawa, Madura, dan Bali Rp7.300 per liter. Adapun harga solar tetap Rp6.900 per liter. Namun Jokowi ingin harga ini bisa ditekan lagi.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan, segera meminta Pertamina menghitung harga yang bisa ditekan. Tim dari Kementerian ESDM dan Pertamina merundingkan bagaimana mekanisme penurunan harga itu tidak menyalahi peraturan perundangan.

"Dan tidak membebani Pertamina sebagai korporasi," kata Menteri ESDM, Sudirman Said, kepada detikFinance.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan, perusahaannya akan mengevaluasi harga BBM dan melaporkannya pekan depan. Selama ini, Pertamina mengaku masih merugi dalam BBM Bersubsidi. Untuk Agustus 2015, mereka mengaku rugi 2 persen dalam penjualan Premium Bersubsidi.

"Kami akan pertimbangkan langkah-langkah efisiensi," ujarnya kepada SindoNews.

Rencananya, hasil kajian kemungkinan penurunan BBM tersebut akan diserahkan kepada Presiden Jokowi pada Senin (5/10) mendatang.

"Jadi ada kemungkinan (penurunan harga), masih dalam kalkulasi. Dilaporkan nanti pada saya, hari Senin. Kalau bisa (diturunkan) diumumkan, kalau enggak bisa pun diumumkan," kata Jokowi usai meluncurkan operasi pasar Bulog di Gudang Bulog, Jumat (2/10/2015), seperti dilansir Setkab.go.id.


Sumber

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?