GuidePedia




Jakarta - Lahir sebagai anak tunggal membuat hidup Cynthiara Alona sejak kecil hingga dewasa serba nyaman. Bila butuh apa-apa, anak dari pasangan Alm. Teuku Umar (65) dan Wirnancy (47) itu pun tinggal memanggil pembantu di rumahnya dan meminta untuk menyiapkan berbagai keperluan yang ia butuhkan.

Namun, ketika akhirnya ia harus masuk penjara gara-gara kasus paspor palsu, dunianya mendadak berubah. Selain tak bisa menerima dirinya dinyatakan bersalah atas kasus tersebut, Alona juga sulit menerima kenyataan kerasnya kehidupan selama di penjara. Tak ada kasur empuk apalagi ruang privasi. Di dalam sel ia harus berbagi ruang dengan 10 hingga 19 orang lainnya dari beragam latar permasalahan hukum.

"Di LP Tangerang aku harus tidur bareng sama 10 orang, pindah ke Rutan Pondok Bambu nambah jadi 19 orang. Tidur bareng-bareng cuma pakai tikar," urai Alona.

Stres tentunya tak bisa ia hindari. Selama di sana, Alona pun lebih banyak diam, bahkan sama sekali tak nafsu makan. Keinginan untuk bunuh diri pun kerap muncul. Alona pun sempat melakukan upaya mogok makan hingga mencoba minum obat pembasmi serangga.

"Sengaja nggak mau makan karena aku pikir, dua minggu nggak makan orang pasti bisa mati. Terus pernah nyoba minum baygon juga, tapi nggak jadi-jadi. Setiap mau nyoba, selalu tiba-tiba ramai. Emang dikasih tanda sama Yang di Atas untuk nggak nyerah kali ya," kisahnya.



Beruntung saat dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, ia bertemu dengan beberapa rekan napi yang mendukung dirinya selama berada di tahanan. Di antaranya artis dan politikus kasus korupsi, Angelina Sondakh yang men-support-nya untuk melawan rasa sedihnya selama berada di tahanan.

"Ada Kak Angie di sana, dia udah kayak sahabatku yang dukung aku selama ada di dalam rutan," ujar Alona.

Lihat yg lebih 'vulgar' di sini !

Beli yuk ?