GuidePedia

0

Wisbenbae.blogspot.com, JAKARTA -- Hari Santri Nasional tidak hanya untuk mengenang jasa para santri dan kiai yang telah berjuang memerdekakan Republik Indonesia. Tapi juga untuk mengingatkan kembali susah payahnya mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud mengatakan, Hari Santri Nasional sangat penting untuk para santri. Sebab, momen hari santri dapat memotivasi para santri dan ulama agar memiliki jiwa nasionalis. Atau menghasilkan orang-orang nasionalis yang nyantri.

"Resolusi jihad pangkal dari mengintegrasikan antara kiai dan nasionalisme," kata KH Marsudi kepada Wisbenbae.blogspot.com, Selasa (18/10).

Marsudi menjelaskan, hari santri berpangkal dari resolusi jihad. Sebab, darah umat Islam telah banyak mengalir di tanah Indonesia saat zaman penjajahan Belanda. Maka wajib hukumnya untuk menjaga apa yang telah disepakati Indonesia.

Saat memperjuangkan kemerdekan Republik Indonesia, pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa jihad. Menurut KH Marsudi, fatwa tersebut intinya untuk perjuangan membela tanah air. Kemudian, terjadilah perlawanan para santri terhadap penjajah.

"Berjuang membela tanah air hukumnya fardhu ain, jihad fisabilillah," ujarnya.

Ia menegaskan, sampai hari ini resolusi jihad belum pernah dicabut. Maka hukumnya menjaga NKRI menjadi fardhu ain. Menurutnya, hal ini telah membedakan Islam di Indonesia dan negara lain. 

Di negara lain, kaum nasionalis dan ulama berdiri secara terpisah. Di Indonesia, santri dan ulama memiliki jiwa nasionaisme. Hal ini menjadi erat hubungannya dengan hari Santri Nasional. Tokoh NU, KH Wahab Hasbulloh sampai membuat lagu untuk memebangkitkan semangat nasionalis para santri dan kiai.

Lagu tersebut berjudul Syubbanul Wathan atau Yaa Lal Wathan. Lagu ini juga berisikan syair yang penuh dengan semangat patriotisme. Menurut KH Marsudi, tujuannya agar militansi santri dan kiai timbul untuk menjaga negara yang telah diproklamirkan.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?