GuidePedia

0



Wisbenbae.blogspot.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar sempat emosi dengan kinerja maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kemarahannya ini berawal karena dirinya ketinggalan pesawat, dan kompensasi berupa pemberangkatan pesawat selanjutnya mengalami keterlambatan hampir dua jam. Akibatnya banyak jadwal berantakan, dirinya serta rombongan rencananya akan bertemu dengan warga desa Yogyakarta dan akademisi. Akibat peristiwa itu agenda Marwan tertunda, bahkan dibatalkan. Marwan menyebut kinerja Garuda Indonesia bobrok dan servis kepada penumpang masih belum layak. 

"Kinerja Garuda jelek seperti ini. Harus dievaluasi direksi Garuda ini," kata Marwan di hadapan para akademisi, pejabat daerah, dan pejabat kementerian dan lembaga lain dalam Seminar Peta Desa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rabu (25/2).

Marwan menilai di tengah kerja cepat membangun desa dan sistem transportasi nasional, ternyata kinerja maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pelayanannya jauh dari memuaskan. 

"Evaluasi Garuda. Proteksi negara terhadap Garuda ini sudah luar biasa besar, namun kok kinerjanya minta ampun jelek," kata Marwan, 

Marwan menambahkan, proteksi terhadap Garuda yang sangat besar bahkan telah mengakibatkan banyak program unggul lainnya terabaikan. Dia mencontohkan ketika sebuah maskapai penerbangan swasta hendak menanamkan investasi hingga Rp 5 triliun di Lebak, Banten, untuk membangun bandara. Proyek ini akhirnya digagalkan gara-gara untuk memproteksi Garuda.

"Lebak itu masuk daerah tertinggal binaan kami. Tapi gara-gara untuk proteksi Garuda, akhirnya program bandara di Lebak bertaraf Internasional ini diabaikan. Maskapai lain sampai dianak tirikan, gara-gara proteksi Garuda. Tapi sayangnya, kinerja Garuda jelek seperti ini. Harus dievaluasi direksi Garuda ini," tegasnya.

"Manajemen dan SDM di Garuda kurang baik. Sementara di satu sisi garuda diproteksi habis oleh negara. Tapi maskapai lain tidak, bahkan dianaktirikan," sesal Marwan.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menanggapi santai keluhan Menteri Marwan. Menurutnya, pihaknya sudah benar dan telah menjalani standar operasional prosedur (SOP).

"Kami sudah menjalankan prosedur yang benar," ujar Marwan, kemarin.

Bahkan Juru Bicara Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar menceritakan, permasalahan ini bermula ketika Menteri Marwan dan rombongannya ketinggalan pesawat Garuda.

Sesuai data manifest penumpang VIP, Marwan terdaftar pada pesawat GA 204 rute Jakarta-Yogyakarta.

"Namun saat ditunggu hingga pukul 08.00 WIB, Menteri Marwan dan rombongan tak juga muncul," terang Benny.

Padahal, pada saat itu petugas harus melakukan boarding gate dan memeriksa kembali di area Check In Counter Premium, hingga area check in di Terminal 2F. Setelah dicari, Marwan dan rombongan tak kelihatan batang hidungnya.

"Penumpang yang lain sudah berada di dalam pesawat. Sehingga harus sudah berangkat terbang. Mohon maaf, siapapun yang telat, mau menteri sekali pun, tetap kami tinggal," tegas Benny.

Selanjutnya, rombongan Marwan yang ketinggalan pesawat diberikan fasilitas naik penerbangan berikutnya, yaitu GA 206. Dengan jadwal terbang pukul 10.05 WIB.

"Namun, pesawat itu mengalami gangguan teknis pada bagian pintu depan sehingga perlu diperbaiki," ujar Benny.

Benny menjelaskan, perbaikan memakan waktu cukup lama. Alhasil maskapai memutuskan mengganti pesawat dengan menggunakan registrasi PKGFO. Proses penggantian pesawat berjalan sekitar satu jam. Penumpang pun baru dapat terbang pukul 11.05 WIB.

Sesampainya di Universitas Gadjah Mada, Marwan menumpahkan kekesalannya lantaran ketinggalan penerbangan.

"Kami menyayangkan keluhan Pak Menteri soal Garuda Indonesia ini di depan forum. Waktu ada acara di UGM. Bahkan, Pak Menteri juga bilang, Garuda merugi terus," beber Benny.

Benny membantah tudingan Marwan soal kerugian maskapai Garuda. Menurutnya, Garuda Indonesia berhasil meraih rebound dengan laba bersih USD 77,9 juta, atau setara dengan Rp 1 triliun lebih.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?