GuidePedia

0

Efek ledakan dari peledak berbagai jenis dan ukuran cukup menakutkan dan mematikan. Inilah yang terjadi ketika seseorang terlalu dekat dengan sumber ledakan.


Ilustrasi ledakan bom (Thinkstock)


Ketika menonton film laga, seringkali kita disuguhkan adegan di mana tokoh utama berjalan dengan gagah menjauhi ledakan. Saat itu, tokoh utama terlihat amat mengagumkan, wajahnya tampak kotor, dengan sedikit darah dari luka kecil yang mengalir di pelipis, tapi itu justru menambah pesonanya setelah meledakkan dan mengalahkan musuhnya. Tapi tentu saja itu cuma film!

Dalam kehidupan nyata, ledakan berbagai ukuran cukup menakutkan dan mematikan. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika seseorang terlalu dekat dengan ledakan.

Ketika terjadi ledakan, ada energi yang lepas dan memancar ke segala arah sekaligus pada kecepatan antara 3 hingga 9 km per detik. Ketika bidang energi ini mengembang, ia akan menekan dan mempercepat molekul udara di sekitarnya menjadi gelombang ledakan supersonik. Tekanan berlebihan ini hanya ada dalam beberapa milidetik, akan tetapi itulah penyebab utama cedera ledakan dan kerusakan bangunan. Semakin dekat seseorang dengan sumber ledakan, tekanan yang ia terima semakin besar.

Kekuatan awal gelombang ledakan segera diikuti oleh gelombang kejut kecepatan tinggi yang memberi energi ke benda apa pun yang mereka lewati, baik itu dinding beton atau organ vital seseorang. Ketika gelombak ledakan melewati suatu daerah, secara harfiah ia tidak meninggalkan apa pun di belakangnya, membuat tempat itu vakum sempurna. Jadi, sepersekian detik setelah mendapat tekanan yang luar biasa, tubuh manusia akan mengalami kondisi berlawanan (penurunan tekanan) yang sama besarnya.

Sayangnya, efek ledakan belum berhenti sampai di sini. Udara dengan cepat mengisi kevakuman yang ditinggalkan gelombang ledakan, menarik puing-puing dan objek kembali. Angin ledakan ini cukup kuat untuk melemparkan tubuh manusia beberapa meter jauhnya. Orang yang terperangkap angin ledakan dalam keadaan berdiri adalah yang paling rentan terlempar.

Tapi, bukan angin itu sendiri yang melukai, melainkan barotrauma. Barotrauma adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara di dalam rongga udara fisiologis dalam tubuh dengan tekanan di sekitarnya. 

Barotrauma menyebabkan kekacauan di organ dalam tubuh manusia, terutama organ berisi udara seperti paru-paru, telinga dan perut, serta di sendi dan ligamen di mana jaringan dengan kepadatan berbeda bertemu. Kondisi ini sering menyebabkan pendarahan dan mungkin bahkan mengakibatkan pecahnya organ. Paru-paru terutama rentan terhadap resiko pendarahan serta endema (pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan cairan).

Otak tidak jauh lebih baik. Dokter militer yang mempelajari efek barotrauma pada tentara Amerika Serikat, menganalogikan efek ledakan pada tubuh manusia dengan tindakan meremas tabung pasta gigi. Darah dan cairan-cairan tubuh akan dipaksa menuju otak dan tengkorak, sehingga mengakibatkan endema.

Selain itu, tentu banyak bahaya tak langsung terkait dengan kekuatan ledakan. Anda bisa terkena serpihan kaca atau benda-benda tajam lain ketika terjadi ledakan. Anda bisa terbakar hingga hangus dalam api yang dihasilkan oleh beberapa jenis peledak tertentu. Anda juga bisa hancur karena tertimpa bangunan yang runtuh.

Tapi bahkan dengan asumsi mengerikan tentang ledakan, ternyata tubuh manusia cukup tangguh untuk menahan kekuatan ledakan tanpa kematian langsung.

Misalnya, ledakan yang relatif kecil, seperti yang dihasilkan satu bom pipa buatan sendiri, dapat menghasilkan tekanan berlebih sekitar 1 psi dengan angin ledakan hampir 40 mph. Kekuatan ledakan tersebut sudah cukup untuk menghancurkan kaca, tetapi hanya dapat menyebabkan cedera ringan pada manusia. Akan tetapi, ledakan dari bom mobil dapat mencapai 2 hingga 3 psi dan kecepatan angin di atas 100 mph, berpotensi menyebabkan kerusakan besar pada bangunan, cedera parah dan kerusakan cukup yang bisa membunuh beberapa orang.

Ledakan dengan puncak tekanan berlebih 5 psi, menyebabkan cedera meluas dan merenggut lebih banyak korban jiwa. Kekuatannya saja cukup untuk memusnahkan kota dan merobohkan semua bangunan, belum lagi dapat meledakkan gendang telinga. Jika ledakan memiliki puncak tekanan berlebih 10 psi, dan memproduksi angin berkekuatan hampir 300 mph, bahkan bangunan beton bertulang pun dapat hancur lebur.

Ledakan dengan tekanan berlebih di atas 20 psi? Tak usah ditanya lagi. Korban jiwa menyeluruh. Apa pun yang tak hancur karena ledakan sebelumnya akan diterbangkan oleh angin ledakan dengan kecepatan 500 mph. Ini termasuk ke wilayah senjata nuklir yang cukup besar. Dalam tes beberapa bom hidrogen, ilmuwan mencatat efek ledakan menghasilkan tekanan berlebih hingga 100 psi!

Satu-satunya hal yang dapat melindungi anda dari gelombang kejut mematikan adalah jarak. Sementara mereka sangat kuat dalam jarak dekat, dan diperkuat dalam ruang terbatas, gelombang ini cepat menghilang ketika mereka semakin menyebar. Inilah yang menyebabkan ledakan bom mobil dapat menghancurkan jendela-jendela kaca di rumah yang berjarak satu blok jauhnya dari sumber ledakan.

Jadi, jika anda pernah terjebak dalam sebuah peristiwa ledakan, jangan coba-coba berlagak seperti pemain film yang menjauhi ledakan dengan santai dan gagah. Segeralah tutup telinga anda dan berlarilah ke arah yang berlawanan.

(Lutfi Fauziah/Sumber: CDC, How Stuff Works, Fourmi Labs, Defense Dept, Gizmodo)


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?