GuidePedia

0

Facebook menyatakan bahwa akan ada peringatan yang muncul kepada pengguna jika sistem mendeteksi akun pengguna menjadi target penyadapan oleh pemerintah negara

(KAREN BLEIER/AFP via Kompas.com)


Seorang peretas mau pun spammer mungkin dapat mengakibatkan kerusakan serius pada akun Facebook sahabat. Namun pernahkah aboi berpikir, bagaimana jika pihak pemerintah mengawasi pesan pribadi di akun Facebook sahabat?

Facebook menyatakan bahwa akan ada peringatan yang muncul kepada pengguna jika sistem mendeteksi akun pengguna menjadi target penyadapan oleh pemerintah negara atau orang-orang yang yang disponsori negara.

Facebook akan mengambil langkah lanjutan untuk mengamankan akun yang diyakini dalam bahaya penyadapan dan menampilkan peringatan tambahan jika terdapat kecurigaan kuat bahwa serangan ini disponsori oleh pemerintah.

“Kami melakukannya karena jenis serangan ini lebih rumit dan berbahaya dibanding lainnya. Kami juga mendorong pengguna yang terdampak serangan ini untuk mengamankan semua akun daringnya,” ujar Kepala Kantor Keamanan Facebook, Alex Stamos dalam tulisan di blog Facebook.

Ketika Facebook memiliki bukti kuat bahwa pemerintah ‘mengganggu’ akun Facebook pengguna, pihak Facebook akan mengirim peringatan ini:


Pesan yang akan ditampilkan Facebook kepada pengguna. (Facebook)

Stamos menambahkan bahwa Facebook kemungkinan besar tidak dapat memberikan keterangan tambahan mengenai penyebab akun pengguna tersebut diincar. Pesan itu juga tidak berarti Facebook secara keseluruhan dalam bahaya. Facebook juga tidak menyebutkan dan menyudutkan pemerintah atau negara manapun dalam tulisan di blognya.

Jika sahabat menerima pesan seperti di atas, sahabat harus mengaktifkan dua jenis autentifikasi yang berada di bawah Login Approvals di Facebook. Stamos juga menyarankan pengguna untuk “rebuild” atau “replace” sistem komputer mereka, karena mungkin saja terinfeksi malware.

Dalam laporan transparasi Facebook dari November 2014, perusahaan tersebut mengungkap bahwa permintaan pemerintah terhadap data pengguna Facebook di semester pertama 2014 meningkat 24 persen dari semester kedua 2013. Data tersebut hanya permintaan resmi, tidak termasuk upaya yang dilakukan tanpa izin. Sulit untuk memperkirakan seberapa sering insiden ini terjadi. Namun, fakta bahwa Facebook kini menampilkan peringatan kepada penggunanya menunjukkan insiden semacam ini kerap terjadi.

(Lutfi Fauziah/Sumber: Mashable.com)


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?