GuidePedia

0

Tokyo - Ada pemandangan menarik kala traveler melancong ke Jepang. Meski merupakan negara maju yang transportasinya canggih, ternyata orang-orang Jepang masih banyak yang naik sepeda. Apa alasannya?

Pemandangan seperti itu, mencuri rasa penasaran saya kala sedang menjelajahi Jepang dari Fukuoka sampai ke Tokyo atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) dan Cathay pacific, bersama rombongan media dari Jakarta beberapa waktu lalu. Saya kemudian bertanya kepada Tatsuo Yoshino, pemandu asli orang Jepang.

"Kami naik sepeda karena tiga hal. Pertama jarak yang ditempuh lebih dekat, lalu hemat biaya serta energi dan ingin hidup sehat," ujarnya singkat dan padat saat bus sedang melaju di Tokyo.

Sejak berada di kota kecil Hakata sampai di kota besar Tokyo, memang banyak masyarakat Jepang yang naik sepeda. Bukan hanya anak muda saja, tetapi ibu-ibu sampai karyawan yang memakai jas juga mengayuh roda dua tersebut.

"Pemerintah juga menyediakan lahan parkir khusus untuk sepeda. Untuk jalurnya, ada jalus khusus di jalan dan sepeda juga bisa naik ke pedestarian. Namun di beberapa tempat, ada pedestarian yang dilarang bagi pesepeda," kata Yoshino panjang lebar.

Saya sedikit terheran, bagaimana mungkin naik sepeda di pedestarian. Bukankah banyak pejalan kaki juga yang berjalan di pedestarian. Memang sih, pedestarian di kota-kota Jepang ukurannya luas. Tapi ternyata, jarang sekali ada pesepeda yang menabrak pejalan kaki.

Seperti pengamatan saya, para pesepeda akan mengalah kepada pejalan kaki saat di pedestarian. Mereka akan minggir terlebih dulu jika di depannya ada pejalan kaki. Yang menarik, mereka tidak akan memencet bel sepeda atau berteriak 'minggir'. Tetap saja, raja di jalanan adalah para pejalan kaki.

Kemudian, hampir di tiap pedestarian saya melihat banyak sepeda yang terparkir. Baik itu di depan rumah makan atau di depan toko swalayan, sepeda-sepeda terpakir dengan rapi.

Untuk tipe sepedanya sendiri, tergantung pemakainya. Anak muda, biasanya suka naik sepeda yang tampilannya sporty. Namun kebanyakan, para pesepeda di Jepang memakai tambahan keranjang di bagian depannya untuk menaruh barang. Harga sepeda di sana, berkisar dari 40 ribu Yen atau setara Rp 4,2 juta.

Suatu hal yang unik, di kala Jepang yang merupakan negara dengan teknologi canggih dan termasuk dalam daftar negara maju, tapi masyarakatnya justru masih memilih sepeda untuk transportasi. Di samping fasilitas seperti pedestarian yang lebar, mereka sadar kalau naik sepeda bisa irit ongkos dan buat badan jadi lebih sehat. Harus dicontoh! 



Post a Comment Blogger

Beli yuk ?