GuidePedia

0

Ibarat pepatah yang mengatakan 'sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga,' Apple yang selama ini sudah sering dikritik atas praktik mereka dalam mengakali aturan pajak di luar negeri akhirnya mendapatkan perintah untuk membayar denda sekaligus kekurangan pajak mereka di Uni Eropa. Tak main-main, Apple mendapatkan denda sebesar 13 miliar euro atau setara Rp 192 triliun atas kelalaian mereka membayar pajak yang sesuai dengan ketentuan, dan Apple kini berusaha keras agar keputusan tersebut bisa dibatalkan.

Angka 13 miliar euro tersebut memang merupakan angka yang fantastis, bahkan merupakan jumlah denda terbesar yang pernah dijatuhkan oleh Komisi Uni Eropa selama ini. Namun jika melihat prestasi Apple yang terus-menerus mencetak keuntungan luar biasa selama beberapa tahun terakhir, seberapa besar nilai 13 miliar euro jika dibandingkan dengan pendapatan mereka selama ini?

Saat ini nilai Apple merupakan perusahaan paling berharga di dunia, dengan aset kekayaan tunai serta surat-surat berharga yang nilai melampaui $230 miliar atau sekitar Rp 3055 triliun. Sekalipun jumlah 13 miliar euro atau setara $14,5 miliar relatif kecil jika dibandingkan dengan $230 miliar nilai Apple secara keseluruhan, namun ketentuan ini berpotensi mengurangi potensi pendapatan Apple di masa mendatang mengingat mereka sudah diwajibkan membayar pajak dengan ketentuan baru.

Business Insider membuat perbandingan bahwa jumlah $14,5 miliar yang harus dibayarkan Apple tersebut nilainya setara dengan:

- hampir 2x lipat dari pendapatan bersih Apple selama kuartal ke-2 tahun 2016 yang sebesar $7,8 miliar
- 27% dari total keuntungan bersih dari tahun fiskal 2015
- bisa dipakai untuk membeli 24,3 juta unit iPhone (dengan acuan rata-rata banderol resmi iPhone)
- cukup untuk dipakai memberi 5 unit iPhone untuk setiap pria, wanita dan anak-anak di Irlandia
- lebih dari 4x lipat TOTAL keuntungan Facebook selama 2015, dan sedikit di bawah total pendapatan Facebook di tahun yang sama
- setara dengan 88% TOTAL keuntungan Alphabet (induk Google) di tahun 2015, bahkan jauh melampaui keuntungan Google di tahun 2014

Sumber


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?