GuidePedia

0

Dua calon presiden Amerika Serikat mendatang, Hillary Clinton dan Donald Trump, untuk pertama kali akan menggelar debat di New York, sekitar pukul 08.00 pagi Selasa 27 September WIB.

Calon dari Partai Demokrat dan Republik tersebut selama ini sudah saling 'menyerang' namun di kesempatan yang terpisah dan kini akan berhadapan langsung.

Jumlah pemirsa yang akan menyaksikan siaran langsung debat ini diperkirakan akan mencapai rekor sebanyak 90 juta orang.



Image copyrigShtREUTER
Apakah debat pertama akan terjerumus menjadi 'perang' kepribadian?

Bagi warga Amerika Serikat, debat juga menjadi kesempatan untuk melihat apakah ada sesuatu hal yang baru dari Trump, yang selama ini sering mengeluarkan komentar kontroversial.

"Memang ini pertama kali Trump harus berhadapan satu-satu dengan yang melawan dia. Jadi mungkin ada perubahan yang boleh terjadi, tapi belum pasti," kata Profesor Patricia Henry, pensiunan dosen Bahasa Indonesia di Northern Illinois University, di Illinois, kepada wartawan BBC, Liston P Siregar.



Image copyrightAFP
Walau selama ini sudah saling 'menyerang' untuk pertama kali Clinton dan Trump akan berhadapan langsung.

Namun Profesor Patricia mengatakan bahwa suaminya tidak ingin menonton debat karena sudah tidak tahan lagi mendengar komentar Trump selama ini.

"Sampai dia seperti merasa 'sakit' kalau menonton lagi. Tapi kalau saya lebih suka menonton sendiri daripada mendengar opini-opini dari para pembicara yang lain."

Jajak pendapat sejauh ini memperlihatkan jarak antara kedua capres makin mengecil walau Clinton tetap unggul dengan selisih 4% dari Trump.
Debat kepribadian?

Kubu Clinton sebelumnya mengungkapkan harapan agar debat lebih menyangkut isu-isu yang membantu dalam meningkatkan kehidupan warga umum.

Sementara Trump, lewat pesan Twitter, sempat mengancam akan mengundang Gennifer Flowers -seorang mantan selingkuhan Bill Clinton- untuk duduk di kursi paling depan saat debat.



Image copyrightGETTYImage 
Jajak pendapat masih menempatkan Clinton unggul sekitar 4% dari Trump.

Belakangan manajer kampanye Trump, Kellyanne Conway, menegaskan tidak ada rencana untuk mengundang Flowers.

Bagaimanapun ada kekhawatiran jika debat pertama antara Clinton dan Trump menjadi perdebatan soal kepribadian saja.

"Memang itu satu bahayanya, kalau dibawa ke sesuatu yang mengenai personalitasnya, yang bukan policy (kebijakan), itu buang waktu saja," kata Profesor Patricia.

Pada saat yang sama, tambahnya, ada kecenderungan bahwa politik pada masa kini lebih banyak menyangkut personalitas atau kepribadian.

"Sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting dalam hal politik atau pemerintahan," tegas Profesor Patricia.

Pemilihan presiden Amerika Serikat akan digelar pada Selasa 8 November mendatang.



Post a Comment Blogger

Beli yuk ?