GuidePedia

0



Teknologi tidak hanya bergerak di bidang telekomunikasi saja, yang menghasilkan produk-produk seperti smartphone, laptop, gadget, PC dan masih banyak lagi lainnya. Perkembangan teknologi yang begitu pesat kini mendorong manusia untuk menembus batas tertinggi dari yang pernah dicapai.

Salah satu kemajuan teknologi tersebut juga dicapai di bidang kedokteran, yaitu dalam melakukan cangkok tubuh manusia. Dipadukan dengan rasa manusiawi yang tinggi, yaitu dengan memanfaatkan donor dari manusia lainnya, teknologi di bidang kedokteran seakan menjadi sebuah harmoni yang bernilai seni tinggi.

Salah satu contoh penyatuan antara teknologi dan tenggang rasa manusia ini tercermin dari kerja keras tim dokter bedah di sebuah rumah sakit New York, Amerika Serikat, dalam usaha mereka menolong seorang pemadam kebakaran bernama Patrick Hardison, yang wajahnya mengalami luka bakar dalam sebuah musibah di Senatobia, Mississippi tahun 2001.

Wajah Patrick Hardison sebelum malapetaka di Mississippi tahun 2001 (nydailynews.com)

Demi memberinya hidup yang baru, ia mendapatkan transplantasi wajah dari seorang donor bernama David Rodebaugh, yang telah meninggal setelah sebelumnya mengalami lumpuh otak setelah kecelakaan saat bersepeda.


David Rodebaugh, semasa masih hidup.

Dipimpin oleh ahli bedah plastik, Dr. Eduardo Rodriguez, dan ditangani oleh sekitar 150 tim medis, Patrick Hardison harus bergelut dengan obat bius selama 26 jam di New York University Langone Medical Center. Sebagai catatan, operasi ini tidak hanya memindahkan satu organ tubuh saja, tetapi seluruh kulit kepala dari David Rodebaugh, yang dipindahkan ke pria berusia 41 tahun tersebut.

Tim yang terdiri dari 150 orang tersebut bekerja keras melepaskan lapisan kulit Rodebaugh, yang terbaring berjajar dengan Hardison di satu ruang operasi. Dimulai dengan mengiris kulit kepala bagian belakang, dan melepaskannya secara hati-hati agar tetap utuh dan bisa dipindahkan ke wajah Hardison. Tidak hanya memindahkan kulit saja, tim dari Dr. Rodriguez juga bertugas untuk membuat otot-otot wajah Hardison yang baru bekerja dengan sempurna.

"Anda hanya punya satu kali kesempatan untuk mendaratkan Rover (kendaraan penjelajah Planet Mars). Sama halnya ketika melakukan operasi wajah," ujar Dr. Rodriguez.


Wajah Patrick Hardison, sebelum dan sesudah transplantasi kulit wajah.

Perlu diketahui bahwa sebelum melakukan operasi ini, tim dari New York University melakukan percobaan selama setahun. Jadi tidak perlu diragukan lagi persiapan mereka dalam melakukan transplantasi kulit wajah secara ekstrim ini. Mereka bahkan bersedia menanggung biaya operasi yang mencapai satu juta dollar AS karena tersentuh dengan kenyataan bahwa anak-anak Patrick Hardison sendiri ketakutan saat melihat wajah ayahnya.

Ibu dari David Rodebaugh, pendonor kulit wajah bagi Hardison, telah memberikan ijin untuk transplantasi ini dan menyatakan bahwa inilah satu-satunya kebaikan yang bisa dilakukan oleh David menjelang akhir hayatnya. Patrick Hardison sendiri berharap bisa langsung bertatap muka dengan keluarga Rodebaugh untuk menyampaikan terima kasihnya, serta agar mereka bisa melihat kembali wajah sang anak yang kini ada pada Patrick Hardison.

Ingin mengetahui proses selengkapnya mengenai jalannya operasi cangkok kulit wajah Patrick Hardison? 


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?