GuidePedia

0
Ilustrasi peperangan prajurit Yunani. (Slavazyryanov/Thinkstock)

2015 bukan pertama kalinya Yunani mengalami kehancuran

Yunani tengah dilanda kekacauan,hutang negara yang banyak,pengganguran dimana-mana menjadi gambaran Yunani pada saat ini.Namun ini bukan pertama kalinya negri para dewa itu mengalami kekacauan.Tak lain penyebabnya adalah sifat manusia-manusia yang menjadi penghuni Yunani kala itu,keegoisan mereka kemudian berakhir pada kehancuran.

Dahulu,Yunani dikenal sebagai salah satu peradaban terkuat di seluruh dunia,tempat lahirnya berbagai ilmu pengetahuan dan budaya,Yunani Kuno dipuja-puja berbagai bangsa di dunia kala itu.Namun Yunani kuno juga mempunyai masa kelamnya.

Kondisi geografis yang Yunani miliki mengakibatkan terpecahnya Yunani ke dalam beberapa negara bagian atau lebih dikenal dengan sebutan polis.Walaupun secara fisik hampir sama,namun tiap-tiap polis ini memiliki perbedaanya masing-masing,seperti dalam hal pemerintahan dan kebudayaan.

Perbedaan-perbedaan ini menumbuhkan rasa gengsi dari masing-masing polis yang biasa muncul pada para bangsawan.Hal ini kemudian menimbulkan persaingan dalam berbagai hal,mulai persaingan dari hal kecil seperti dalam bidang olahraga (olimpiade) hingga hal yang lebih serius seperti perebutan dalam mengisi kursi pemerintahan dan peperangan antar Polis.

Sifat gengsi ini kemudian menimbulkan keegoisan dari tiap polis,sehinga muncul ketidakinginan untuk Yunani yang bersatu,hal inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor kehancuran peradaban Yunani kuno.

Ada suatu kejadian penting dalam sejarah Yunani kuno yang kemudian membawa Yunani kepada kehancuran. Pada tahun 431 SM terjadi suatu perang bernama Perang Peloponnesos, perang anatara koalisi Liga Peloponnesos yang dipimpin bangsa Sparta melawan Liga Delia yang dipimpin oleh bangsa paling makmur di seantero Yunani,Athena.Sparta dan Athena merupakan bangsa terkuat pada masa Yunani Kuno,namun keduanya juga merupakan musuh bebuyutan.

Kedua bangsa ini padahal merupakan pahwalan bagi Yunani kuno pada masa itu,pasalnya Sparta dan Athena sempat bekerja sama ketika seluruh Yunani sempat bersatu saat bangsa Persia datang menyerbu.Yunani yang dibawah suatu kesatuan kemudian berhasil mengusir Persia yang merupakan bangsa kuat pada saat itu,pengusiran atas bangsa Persia ini menunjukan bahwa Yunani dapat menjadi kesatuan yang kuat jika mau bekerja sama.


Kuil Poseidon saat senja. (Guzla/Thinkstock)

Setelah Persia berhasil diusir,kemudian Athena memanfaatkan kondisi dengan mencoba menguasai beberapa wilayah Persia,mengingat Persia yang sedang lemah akibat baru kalah perang.Kesuksesan Athena atas penguasaan beberapa wilayah Persia ini kemudian memberikan peningkatan dalam bidang ekonomi bagi bangsa Athena.

Dengan meningkatnya perekonomian bangsa Athena ini,mereka kemudian juga memperkuat militer mereka,armada laut mereka kemudian menjadi yang terkuat di Yunani.Hal ini kemudian membuat takut Sparta akan dominasi Athena di Yunani.Sehingga kemudian Sparta beserta

Ketakutan Sparta ini kemudian berakhir pada berkobarnya sebuah perang,Sparta dibantu sekutunya kemudian melakukan serangan besar-besaran terhadap Athena.Sparta kemudian berhasil memenangkan peperangan dan membuat bangsa Athena sebagai budaknya,Sparta kemudian menjadi kekuatan terbesar di seantero Yunani.

Perang yang memakan waktu 27 tahun ini kemudian mengakibatkan seluruh Yunani mengalami kemiskinan dan penderitaan dan berakhir pada kehancuran.Raja Philip II dari kerajaan Makedonia kemudian melihat melemahnya Yunani sebagai suatu kesempatan.Ia kemudian menyerang dan berhasil menguasai Yunani sebagai daerah jajahanya.

(Haydr Suhardy)

Sumber

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?