GuidePedia

Masuknya Islam di Vanuatu

Islam pertama kali masuk ke Vanuatu, pada tahun 1978, tepatnya pada Desa Melle, lewat seorang tokoh bernama Hussein Nabanga.

Sebelum ke Vanuatu, Nabanga, terlebuh dahulu pergi ke India, untuk belajar Injil. Namun, Allah SWT justru membimbing Nabanga mempelajari Islam. Di sana, ia memutuskan menjadi Muslim.

Sepulangnya dari India, Nabanga mulai berdakwah. Sejak tahun 1978 itulah, dimulai dari Melle, di mana warga satu desa beralih ke Islam, agama Muhammad ini tersebar ke seluruh negeri.

Sejak dakwah Nabanga tersebut, Islam dikenal dan berkembang luas di kalangan masyarakat Vanuatu. Inilah yang membuat penyebaran Islam di Vanuatu menjadi daya tarik tersendiri. Islam dikenal di negeri ini bukan karena jasa para pendatang, melainkan karena menjemputnya ke negeri Muslim

Saat ini terdapat 28 Muslim dari Vanuatu yang belajar di universitas Islam di luar negeri, seperti di Fiji, Malaysia, Selandia Baru, Arab Saudi, Iran, dan Pakistan.

Nantinya, mahasiswa Muslim tersebut pulang untuk menjadi dai. Muslim di Vanuatu tak pernah mengharapkan ataupun bergantung pada ulama dari luar negeri. Untuk mendapatkan pengajar agama, Muslim Vanuatu mengirim anak-anak mereka untuk menimba ilmu Islam ke luar negeri. [yy/
republika.co.id]
{AF}
Islam dan Masjid di Vanuatu
Masuknya Islam di Vanuatu

Vanuatu sebuah negara yang terdiri dari gugusan pulau kecil di tengah Samudera Pasifik Bagian Selatan, Beri-Ibukota di Port Villa, tergolong sebagai salah satu negara miskin namun memiliki keindahan alam yang memukau. Bila dibandingkan dengan Indonesia, maka Indonesia akan menjadi Negara super kaya dan super luas dibandingkan Vanuatu.

Keseluruhan luas Vanuatu (perairan dan daratannya) sekitar 12,190 km2 hampir setara dengan luas propinsi Gorontalo (11.257.07 km2) di Pulau Sulawesi. Vanuatu terdiri dari 82 pulau dengan ukuran relatif kecil, 14 pulau yang memiliki ukuran >100 km2 (10 ribu hektar atau 10kmx10km), 19 pulau tak berpenghuni, sementara dua pulau kecilnya di lokasi paling selatan, di klaim oleh Prancis sebagai bagian dari Kaledonia Baru. Luas keseluruhan pulaunya itu bila digabung jadi satu hanya seluas sekitar 4.700 km2 lebih kecil sedikit dibandingkan dengan luas propinsi Bali (5.780.06 km2)

Karena ukuran pulau nya yang mungil mungil Negara ini sangat rentan dengan dampak pemanasan global, dan bila pemerintah dan rakyatnya gagal menjaga kelestarian hutan, kekurangan air bersih segera menjadi bencana. Namun menariknya, di tahun 2010 lalu Vanuatu bertengger di puncak daftar Negara yang penduduknya paling gembira di dunia versi lonelyplanet, mengalahkan Indonesia yang super kaya dan super besar yang bahkan tak masuk dalam daftar nomonasi.
Dan menariknya lagi meski letaknya yang terpencil di tengah deburan ombak Samudera Pasifik dan berjarak sekitar 15 ribu kilometer dari Mekah, Islam telah hadir di Negara pulau ini sejak tahun 1978 lalu, bukan diantar masuk kesana tapi di jemput sendiri oleh penduduk asli nya yang kemudian menjadi muslim pertama di Negara itu. Benar benar “sesuatu” yang tentunya cukup  menarik untuk di ulas.
Vanuatu Islamic Association
Mele Village, Port Villa, Vanuatu
Po Box 1436
Vanuatu muncul dalam sejarah Nasional Indonesia ketika diselenggarakan Konfrensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955, kala itu  itu Vanuatu masih berstatus koloni Prancis dan Inggris. Namun semangat untuk merdeka mengantarkan mereka ke kancah dunia di kota Bandung tersebut.
Muslim dan Masjid Pertama di Vanuatu
Dua kali sensus resmi yang telah diselenggarakan di Vanuatu sama sekali tidak menyebut tentang adanya komunitas muslim di Vanuatu, baik dalam sensus penduduk tahun 1999 maupun sensus penduduk di tahun 2009. Meskipun begitu dilaporkan bahwa ada sekitar 200 mualaf muslim di Negara pulau ini, sumber lain bahkan menyebut angka 1000 jiwa.
Penduduk Vanuatu mayoritas beragama Kristen. namun telah hadir di negara ini. dan tak sulit menemukan komunitas muslim disini. Sebagai negeri yang sedang gencar gencarnya mempromosikan pariwisata di negeri mereka, para pengelola perhotelan pun turut menyerap semua informasi tentang negaranya termasuk komunitas Islam di negara mereka, dan dengan mudah mereka menjelaskan hal tersebut.
  
Mustapha Kaloas, Sekretaris Jenderal Vanuatu Islam Society menuturkan bahwa sejarah Islam di Vanuatu dimulai sejak tahun 1978 lalu. Masih belum lama bahkan belum sampai setengah abad dibandingkan dengan sejarah Islam di Indonesia. Adalah Henry Nabanga seorang warga asli Vanuatu yang melanjutkan studinya ke India untuk mempelajari proses penterjemahan naskah.
Henry Nabanga berasal dari Desa Mele di Port Villa, Vanuatu. Di tahun 1973 beliau memutuskan untuk berangkat ke India guna mempelajari penterjemahan naskah disana. Sentuhan nya dengan Islam berawal di sana. Aktivitas belajarnya kemudian membuatnya mempelajari segala sesuatu yang bahkan jauh lebih luas sampai kemudian mengenalkannya pada Islam. Dan menarik minatnya untuk mempelajari agama Islam lebih dalam. Hasilnya, ketika beliau kembali ke desa Mele di Vanuatu beliau sudah menjadi seorang muslim dan mengganti namanya menjadi Husein Nabanga. Sejak tahun 1978 Islam bermula tumbuh di desa Mele dan sekitarnya dan kemudian menyebar hingga ke berbagai pulau di Vanuatu.
Kepribadian Husein yang menarik ditambah dengan pembawaannya yang humoris serta penyampaiannya tentang Islam dengan cara yang sederhana memudahkan keluarga dan penduduk desanya untuk memahami agama yang baru dia bawa pulang dari India. Dan segera Islam diterima dengan baik dan berkembang di desanya. ketika Husein Nabanga wafat pengikut dan keluarganya melanjutkan syiar Islam. Sebagian dari mereka pindah dari Port Villa ke ke pulau Tanna dan menyebarkan Islam disana. bermula dari 50 Kepala keluarga di Desa Mele Islam berkembang pesat hingga menyentuh angka 1000 jiwa.
Empat belas tahun sejak kepulangan Husein dari India atau di tahun 1992, masjid pertama di Vanuatu pun berdiri di desa Mele, di pinggiran kota Port Villa. Lahan dan bangunan masjid ini merupakan wakaf dari Mohammed Seddiq, salah satu Mualaf Vanuatu Muslim. Beliau sebelumnya merupakan pemeluk agama Kristen Pantekosta. Masjid kecil ini selain berfungi sebagai tempat ibadah tapi juga berfungsi sebagai madrasah bagi anak anak dan dewasa. Dan sekaligus menjadi rumah bagi Vanuatu Islamic Association.
Sebuah masjid yang sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid yang biasa kita kenal. Bangunan masjid Mele yang merupakan masjid pertama di Vanuatu ini berupa sebuah bangunan rumah biasa tanpa kubah apalagi menara. Sebuah papan nama sederhana bertuliskan muslim Mosque dipasang atau lebih tepatnya di geletakkan di depan bangunan ini. sementara gerbang pagarnya diberi bentuk sperti kubah diatasnya, sangat sederhana. Namun inilah masjid pertama yang mengukir sejarah eksistensi Islam di Vanuatu.
Tak ada perangkat pengeras suara di masjid ini, karena ukurannya yang kecil hanya mampu menampung belasan jemaah di dalamnya, bila di Indonesia, hanya seukuran sebuah surau di tengah kampung. sebagian dari jemaahnya terpaksa sholat di luar masjid. di dalam masjid, kita juga tidak akan menemukan mihrab yang biasa menghias sisi kiblat di dalam masjid. Mimbarnya dibuat sederhana berupa tiga undakan tangga, cukup untuk memberikan tempat lebih tinggi bagi khatib sholat Jum'at. Sebidang tempat kecil di partisi dengan kain putih sebagai tempat untuk jemaah wanita di dalam masjid.
Usia peradaban Islam di Vanuatu memang masih teramat muda ditambah dengan lokasinya yang begitu terpencil berakibat pada minimnya para da'i yang memberikan pengajaran Islam dan akibatnya minim pula pemahaman mereka terhadap agama Islam yang begitu mereka cintai. sebagaimana di akui oleh tokoh muslim setempat bahwa mereka sangat haus akan bimbingan untuk berislam secara kaffah. Beberapa muslim setempat bahkan dengan bangga menggunakan gamis dan sorban sebagai penanda bahwa mereka adalah muslim. Semua itu menjadi tanggung jawab muslim di bagian dunia lainnya termasuk di Indonesia.
Muslim Vanuatu mengajarkan kita sebuah pelajaran yang teramat berharga. Bahwa kemiskinan, keterpencilan, keterasingan dan segala keterbatasan dan kekurangan tak menghalangi mereka untuk menjadi warga dunia yang paling bahagia dan tak menjadi penghalang bagi mereka untuk menemukan Islam.
Muslim Indonesia di Vanuatu
Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, Kris Triyantio, Adalah salah satu muslim Indonesia yang baru saja mendapatkan tugas dan kini tinggal di Vanuatu, beliau bekerja di perusahaan yang bergerak dibidang IT. Melalui emailnya menyebutkan bahwa ada beberapa muslim Indonesia yang tinggal di Vanuatu sekitar 5-6 orang termasuk dirinya.
Selain warga Indonesia juga ada muslim Pakistan, Fiji dan negara lainnya yang turut membantu memakmurkan Masjid Melle ini. menurut beliau saat ini pengurus Masjid Melle sedang fokus merapikan struktur organisasi dan dokumentasi keuangan. Dan beliau sendiri meski merupakan warga baru disana dipercaya untuk menjadi penasihat bidang Teknologi di Masjid Melle.
Dipenutup emailnya beliau menyampaikan bahwa “saudara saudara muslim kita di Vanuatu masih perlu banyak bimbingan baik agama dan lain sebagainya dan Marilah kita membantu muslim Vanuatu dalam hal apa saja dari yang sederhana yaitu doa yang tulus :)”.

updated : Rabu, 27 Februari 2013
Sumber: bujangmasjid.blogspot.com
foto: bujangmasjid.blogspot.com


Referensi
id.wikipedia.org – islam di vanuatu
{/AF}
.

Dapatkan Wisbenbae versi Android,GRATIS di SINI ! 
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Twit

 
Top