GuidePedia

SUNGGUH, kita tak pernah tahu kapan kita berakhir dan dengan cara apa kita kembali kepada Tuhan. Apa yang kita ucapkan hari ini, baik lewat lisan, tulisan via twitter maupun facebook, mungkin bisa menjadi sejenis pertanda kalau kita akan menghadap-Nya. Sangat tragis mendapati kabar pagi ini (19/04/13) pukul tujuh pagi, bahwa ada seorang mahasiswa yang tertabrak kereta api dua arah karena nekat menerobos perlintasan.

Dari sumber okezone.com, Arradan Trengganala tak berhati-hati saat melintasi pintu rel kereta api. Kejadian berawal saat ia dengan sepeda motornya, nekat menerobos perlintasan karena mengira KRL dari arah Bogor sudah melintas sehingga aman untuk dilwati. Tapi ia salah terka, karena kereta ujug-ujug datang dari dua arah. Ia tewas setelah sepeda motornya tertabrak KRL dari arah Jakarta menuju Bogor. Para calon penumpang yang berada di Stasiun Pondok Cina langsung berteriak ketika menyaksikan kejadian itu. Motor yang digunakan korban terseret sejauh 100 meter dari titik tabrakan. Barang-barang yang dibawa korban lantas dikumpulkan warga sekitar. Kejadian ini terjadi pada pukuul 07.30 WIB.


Arradan yang berkacamata.
twitter.com/ArvadarT
Arradan (20 tahun) adalah mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2012 dengan nomor induk mahasiswa Arradan yakni 1206251534. Dan beralamatkan si jalan Cemara Raya RT 09/013, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok. Jenazahnya langsung dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. Sementara karena musibah itu, banyak warga penumpang komuter terganggu karena perjalanan kereta ke Jakarta menjadi terlambat.

Saat-saat Terakhir Arradan

Mahasiswa atau pelajar tentulah punya jejaring sosial. Arradan pun punya. Tweet terakhirnya seperti berupa firasat akan kematian yang hendak menjelang keesokan hari. Tweet itu dibuat sekira pada pukul 12 malam WIB.

Tweet terakhir Arradan yang kira-kira diterjemahkan menjadi
"Aku tahu aku sednag dilema/galau. Aku menangis sedikit tepat ketika
aku berpikir hendak berlalu."

Dalam sebuah blog anak-anak SMA beralamatkan di FIREBLAS7, profil Arradan juga tertera di sana. Dan artikel yang diposting pada 5 Februari 2010 ini berisi artikel pendek semasa ia sekolah (SMA). Seperti yang tertera berikut ini:


Arradan


Arradan (berkacamata) yang pura-pura bobo.

Nah, sebelumnya saya ingin memberikan ucapan selamat pada diri saya sendiri, hahaha
Lanjut saja langsung mengerjakan posbung tentang maskot kelas kita,
ARRADAN TRENGGANALA!!!

Ehm, satu kata yang bisa menggambarkan si arvadar,

TIDUR!

Ya, sesuatu yang ia lakukan kapanpun dan dimanapun. Sleeping Beauty Ardan, haha
bahkan dia bisa menularkan virus tidurnya pada sang ketua kelas,

Cerita lain tentang Ardan, dia anak sc komputer. Katanya sih di sc belajar pascal atau apalah itu bahasa komputer. Yah, semoga berhasil ya di sc komputer! Ardan kan tehnisi sepuluh tujuh setelah mister haitek.


Hal lain tentang Ardan :
1. Kadang bijak (?)
2. Kalo lagi ngomong pasti matanya liat ke atas atau arah lain
3. Tau banyak tentang mesin (emangnya tukang bengkel? Haha)
4. Senang membantu (?)
5. Kata-katanya sering gak dimengerti kita-kita (mungkin si Ardan bahasanya terlalu tinggi, jadi kita gak ngerti deh, haha)
6. Kadang bertingkah lebay, ehehe
7. Sangat sabar menghadapi teman sekelasnya yang suka jahatin dia, hehe maaf ya Ardan :)

Nah demikianlah laporan saya tentang Arvadar. Sampai jumpa di posbung nomor tujuh (eh absen tujuh siapa yaa?)

Siapa sangka, tulisan yang mendeskripsikan dirinya sebagai si tukang tidur ini, benar-benar tertidur untuk selamanya di dua tahun kemudian.


Pada 13 April dia juga menelurkan tweet seperti ini, seolah-olah akan berangkat. Dan di hari keenam, dia memang sudah "berangkat".

screenshot wanasedaju.blogspot.com

Pada 10 April dia juga membahas hal mengenai "kecelakaan". Siapa sangka sembilan hari kemudian dia benar-benar kecelakaan.

screenshot wanasedaju.blogspot.com


Kecelakaan Lain Akibat Kelengahan Pengemudi dan Pejalan Kaki

Pada 23 Oktober 2007 kecelakaan juga terjadi karena ketidakhatian calon penumpang KRL. Dari sumber liputan6.com seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Depok, tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor di pintu perlintasan Universitas Indonesia, Selasa (23/10). Jasad korban bernama Ryan terpental hingga 10 meter. Sebelum kejadian sebenarnya warga sekitar sempat meneriaki korban agar tak melintas. Palang pintu perlintasa kereta juga sudah tertutup. Namun korban tetap nekat melintas. Jasad korban saat ini berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi.

Pada 12 November 2010, Dede Hermawan (33) tertabrak setelah sepeda motornya yang dikendarainya tertabrak kereta rel listrik (KRL) jurusan Tangerang-Kota di perlintasan kereta Jl Kalianyar X RT 06/06, Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat. Sementara rekannya bernama Mochtar (32) dalam keadaan kritis. Rupanya mereka sama-sama tengah mendengarkan musik sehingga teriakan warga tak didengar. Motor korban terseret hingga 100 meter dan hancur. ((sumber)

Kelalaian juga lebih sering terjadi pada penumpang yang pakai headphone di telinganya. Pada 6 Januari 2012, Purwanto (25) tewas saat berjalan kaki melintasi perlintasan kereta api.Saat itu ia tengah asyik mendengarkan musik dari HP-nya melalui headset yang menutupi lubang telinganya. Warga meneriakinya, tapi ia tentu tak dengar. Ia pun tertabrak. (sumber).

6 April 2012, lagi-lagi di Jakarta,  Dwi asyik mendengarkan lagu lewat mp3 hanpe pakai headseat. Tapi saat menyeberang di lintasan 7 arah Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Tanahabang, ia tertabrak. Orang-orang yang mengingatkannya tak ia dengar. Dwi meninggals eketika. (sumber)

jenazah Dwi. 
15 Desember 2012. Fitri (24) seorang Pembantu Rumah Tangga, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta di perlintasan rel Volvo, Jalan Rajawali Timur, Kalibata, Jakarta Selatan. Persisnya saat melintasi di lokasi, iseng-iseng Fitri mengaktifkan music pada telepon selulernya dan mendengarkan menggunakan handsfree. Dari situlah awal mula bencana terjadi. Saking asyiknya mendengarkan music, Fitri sampai tak menyadari bila ada kereta api dari arah Jakarta Kota menuju Bogor yang sedang melintas.  Tak ayal, Fitri langsung tertabrak dan tewas dilokasi kejadian. Bagian kepalanya remuk sementara kakinya patah. Tubuh Fitri juga sempat terseret dan terpental hingga membentur sepeda motor yang tengah berhenti menunggu di perlintasan kereta.(sumber)

Kalau di-googling, hasilnya mungkin akan lebih banyak. Tapi itulah gambaran betapa kita harus hati-hati. KRL bukanlah kendaraan yang bisa mendadak otomatis dan tepat. Jadi memang perlu hati-hati dan berdoa.

*

Semoga almarhum Arradan diberi kelapangan oleh Allah SWT, mengingat Arradan adalah seorang muslim. Dan kepada keluarga dan teman-teman Arradan, semoga diberi ketabahan. Hal demikian juga menjadi tempelengan buat pengendara sepeda motor. Mungkin Arradan terlambat kuliah sehingga ia berpikir menerobos adalah hal yang diperlukan untuk terhindar dari sebuah risiko. Tapi nasib berkata lain. 

*

Dapatkan Wisbenbae versi Android,GRATIS di SINI !
 Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Beli yuk ?