GuidePedia

0


*dari fb Hanny Kristianto (Sekjen Mualaf Center Indonesia)

Kisah Eka Mayasari, Mualaf asal Riau lulusan D3 Bahasa Inggris UGM 2005, yang berdagang makanan kaki lima, almarhumah menjadi korban pembunuhan disertai penganiayaan dan pemerkosaan di tempat kosnya Jalan Janti 62 Karang Jambe Banguntapan Bantul pada Sabtu petang, 2 Mei 2015.

Saat diketahui masuk Islam beberapa tahun lalu dibuang dan diasingkan oleh orang tuanya dan akhirnya ditampung warga Pedak, semenjak itu dia hidup secara mandiri dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejak menjadi mualaf dikenal sebagai srikandi Masjid An Nur yang mengabdikan hidupnya untuk selalu bertadarus sosial, mengabdikan hidupnya utk selalu bermanfaat utk sekitarnya Maya juga mengajar Taman Pendidikan Alquran di masjid An Nur, sering memasak,menyiapkan makanan utk anggota hamka darwis tiap ada acara. Bersyahadat bersama HAMKA DARWIS (sayap militan PPP Jogja -red) disholatkan dan dimakamkan juga oleh keluarga besar Hamka Darwis.

Pernah beberapa tahun lalu sebuah virus menyerang struktur tulang belakangnya yang mengakibatkan dia lumpuh total selama lebih dr satu tahun.

Alhamdulillah mukjizat dari Allah Subhanahu Wa Ta'akla walaupun dua ruas tulang belakangnya hilang dia kembali bisa berjalan (yg menurut dokter secara medis hal itu sesuatu hal yg sangat tidak mungkin).

Beliau memilih hidup bermartabat dalam kesederhanaan daripada melakukan yang bathil demi kemudahan hidup, berjualan angkringan dan menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya tahun lalu membeli tanah dekat dengan masjid yang di beli dari saudara seiman kita Ibnu Sabar cita - cita semasa hidup adalah membangun rumah diatas tanah yang dibelinya itu. Belum tercapai cita - citanya membangun rumah didekat masjid..

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

Semua cerita diatas akhirnya ditutup dengan peristiwa yg sangat tragis dimana Maya Sari semalam ditemukan meninggal dibunuh secara biadap oleh orang yg sampai sekarang belum diketahui.

Sebelum terjadi pembunuhan, Eka sempat menghubungi Fandi, adiknya untuk menjemputnya. Namun Fandi ketiduran dan baru datang pukul 17.30 tetapi menemukan kakaknya sudah meninggal dunia.

Sampai akhir hayatnya Eka Mayasari tetap istiqomah sebagai mualaf muslimah..

Jenazah Maya setelah selesai diotopsi siang tadi disemayamkan dirumah Dewan Syuro Hamka Darwis Faisal di Pedak, Rt 14 Rw 6. Karang Bendo, Banguntapan, Bantul pukul 13.00

Sudah dimakamkan dipemakaman Karang bendo Pedak Ahad pukul 14.00 wib.

Kami dari keluarga besar Mualaf Center Indonesia Turut Berduka cita atas meninggalnya banyak saudara- saudari kita (para mualaf) dan hari ini khususnya Eka Mayasari, in syaa Allah diberikan terang jalannya, mendapatkan tempat yang sempurna serta di ampuni segala dosa-dosanya. in syaa Allah kita berjumpa di jannah-Nya. Aminn..

***

*dari fb Komunitas Mualaf Jogja

BISMILLAH..

KEPADA SEMUA LASKAR DAN ORMAS ISLAM DIHARAP DENGAN SUNGGUH SUNGGUH MENCARI INFORMASI TENTANG PEMBUNUHAN BIADAB EKA MAYA SARI, SEORANG MUALAF KEL BESAR MUALAF CENTER JOGJA DAN ANGGOTA LASKAR ISLAM "HAMKA DARWIS", KERAHKAN SEMUA DAYA DAN UPAYA YANG KITA PUNYA, KITA HARUS TEMUKAN PELAKUNYA DAN HUKUM DENGAN ADIL "NYAWA BALAS DENGAN NYAWA",!!!

ALLAHU AKBAR !!
ALLAHU AKBAR !!

UMAT ISLAM JOGJAKARTA | MUALAF CENTER JOGJA | ‪#‎BAGIKAN‬
(Info:Amrullya 08122704039)
Sumber

lanjutin di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?