GuidePedia

Situasi 'crowded' di bandara Soekarno-Hatta:
Apa tidak mau belajar dari kasus bandara Soekarno-Hatta?
 
Hatta kesal investasi terhambat karena jadwal pesawat terlambat
Rabu, 18 September 2013 14:26:08

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengaku persoalan infrastruktur di Indonesia merupakan hal yang paling penting dalam menunjang kerjasama dengan investor. Pasalnya, sektor ini sangat berpengaruh besar terhadap masa depan investasi Indonesia. Belum lagi persoalan, transportasi udara yang sudah menjadi pembicaraan negara lainnya. "Faktor utama infrastruktur dalam artinya konektivitas. Itu yang menjadi sorotan dan meningkatkan kualitas pelayanan kita, rupanya menjadi satu pembicaraan pelabuhan internasional, seringnya airport kita sering delay," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (18/9).

Menurut dia, persoalan padatnya aktivitas bandara Soekarno-Hatta telah menjadi sorotan negara lain. Masalah ini juga yang menjadi salah satu faktor yang penghalang investor yang ingin menanamkan modalnya di Tanah Air. "Begitu banyaknya pesawat yang mengantre. Tapi kan kita rencanakan untuk lebih dari 60 juta penumpang dengan pertumbuhan penumpang sebesar 10 persen per tahun," jelas dia. Hatta menambahkan permasalahan transportasi udara nasional bukan hanya dari sisi trafficnya, tapi juga pemerataan rute penerbangan khususnya bagian timur Indonesia. Maka dari itu dukungan sisi infrastruktur perlu digenjot lebih baik lagi. "Tidak hanya pada sisi terminal, tapi trafficnya juga harus masuk dalam koridor timur Indonesia," ungkapnya. Hatta mengingatkan bahwa investasi merupakan bagian penting dalam pilar ekonomi Indonesia di samping aspek konsumsi domestik. Dia berharap keduanya dapat berjalan beriringan.
 
Mobil Murah juga Diprediksi Bikin Macet Kota Selain Jakarta
Rabu, 18 September 2013 , 00:48:00
MANADO - Tidak hanya di Jakarta, Oktober 2013, low cost green car (mobil murah ramah lingkungan) diprediksi akan memadati jalan di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Minat terhadap produk ini sangat tinggi. Sudah dipastikan, secara bertahap ratusan LCGC akan disuplai. Tingginya minat masyarakat atas mobil ini, ikut dipicu promosi produsesn yang sudah dilakukan sejak lama. "Masyarakat telah menanti-nantikan produk itu," katan ekonom Sulut Dr Vecky Masinambow. Vecky mengatakan ada konsekuensi meningkatnya konsumsi masyarakat pemilik mobil dengan hadirnya mobil murah. Apalagi saat ini fasilitas pembiayaan yang ditawarkan memberikan peluang bagi masyarakat untuk segera memiliki kendaraan roda empat. "Termasuk bunga kreditnya," katanya.

Dampak lain yang akan dtimbul adalah semakin padatnya lalu lintas. Makanya, ia menyarankan perlunya Pemerintah Kota Manado mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas. Sementara itu, dua produsen LCGC yang paling siap yakni Daihatsu dan Toyota telah menerima ratusan indent dari masyarakat Sulut. Dengan keunggulan masing-masing serta kecanggihan fitur, dua produsen kakak beradik dari PT Toyota Astra Motor ini akan mulai menyuplai akhir bulan ini. "Rencananya Daihatsu Ayla Oktober sudah masuk," kata Kepala Cabang Daihatsu Malalayang Sonny Lembong. Sementara untuk Toyota Agya sudah bisa disaksikan di showroom Toyota Tendean. "Ada tiga varian yang bisa dipili sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Branch Manager Toyota Tendean Hamdan Paputungan

Menhub: Jangan Jual Mobil Murah di Kota Macet
Rabu, 18 September 2013 | 14:46 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perhubungan EE Mangindaan memberikan alternatif terhadap kebijakan penjualan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Ia menyebut mobil tersebut seharusnya tidak dijual di perkotaan tetapi di daerah. "Dari pihak kita tentu akan himbau silahkan jangan di kota, silahkan di daerah yang tidak macet, di luar Jawa terutama," kata Mangindaan ditemui di Kantor Presiden, Rabu (18/9).

Meski meminta mobil murah LCGC tidak dijual di kota, Mangindaan maklum jika ada calon konsumen yang menginginkan sebaliknya. Ia hanya berharap mobil murah itu digunakan pada akhir pekan saja. "Kasihan juga rakyat (kota) mau beli, kalau boleh ya sabtu minggu saja dipakai, jangan senin sampai jumat. Padat sekali. Kan slalu kita yang mesti ditanya kalau macet," sebut Mangindaan lagi. Mangindaan juga meminta agar perkotaan segera mengembangkan angkutan massal. Ia menilai maka kemacetan akan berkurang dan angkutan massal makin bergairah. "Mari kita kembangkan bus supaya tidak (mobil) perorangan. Alihkan ke MRT (mass rapid transit), commuter line sehingga kemacetan tidak terlalu menghambat. Kereta api kan makin bagus pelayanannya, tarif makin turun karena kita subsidi, bus juga, justru kami minta bus diperbanyak dengan mesin yang murah," seru Mangindaan.

Sebagai informasi, pemerintah mengeluarkan kebijakan LCGC sebagai bentuk dukungan terhadap produksi mobil murah atau terjangkau bagi masyarakat. Dua produsen mobil, Toyota dan Daihatsu sudah menyiapkan dua model mobil tersebut yakni Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Mobil bermesin 1.000cc ini rencananya bakal dilepas dengan harga dibawah Rp100 juta. Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak kehadiran mobil yang disubsidi tersebut. Ia meminta agar pemerintah mengevaluasi kebijakan itu dan tidak menjualnya karena kemacetan di Jakarta akan semakin parah.


2014 Kemacetan di Jakarta Diprediksi Semakin Parah
Kamis, 13 September 2012, 20:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kemacetan parah di Jakarta kemungkinan terjadi mulai 2014 karena jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan di ibu kota. "Pada 2014 jika tidak ada pembenahan sistem transportasi Jakarta, maka lalulintas akan `stuck`," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Kementerian Pekerjaan Umum Setiabudi Albamar di Jakarta, Kamis.

Menurut Setiabudi, jaringan jalan akan mengalami kejenuhan pengguna terutama di daerah perkotaan. Panjang jalan yang ada di Jakarta hingga saat ini kata Setiabudi adalah sekitar 7.208 kilometer sedangkan kebutuhan akan jalan di Jakarta hingga 2012 terhitung sebesar 12 ribu kilometer. "Itu berarti jalan yang tersedia saat ini baru memenuhi 60 persen kebutuhan masyarakat Jakarta atas jalan," kata Setiabudi.

Dia menilai jika pembenahan sistem transportasi tidak segera dilakukan maka stuck akan terjadi pada 2014 jika melihat pertumbuhan penjualan kendaraan saat ini. Setiabudi mengutip data Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor di Jakarta hingga pada 2011 mencapai 13.347.802 unit.
Jumlah tersebut terdiri dari mobil penumpang sebanyak 2,54 juta unit, mobil muatan atau truk sebanyak 581 ribu unit, bus 363 ribu unit, dan sepeda motor sebanyak 9.861.451 unit. Ditlantas melaporkan prediksi pertumbuhan kendaraan pada 2012 sekitar 10-12 persen.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian PU menggunakan sekitar 45 - 55 persen anggarannya dalam membangun jalan di seluruh Indonesia. "Pembangunan di Jakarta sendiri sudah sekitar 50 persen, dan kami yakin hingga akhir tahun bisa capai diatas 90 persen baik itu penyerapan anggaran atau pun pembangunan," jelas Setiabudi.
 
Apa yang akan terjadi di Jakarta?

Jakarta 2011




Jakarta 2012




Jakarta 2013


Jakarta 2014



Tahun 2014, Jakarta Macet Total
Senin, 1 Agustus 2011 | 13:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa memprediksi kemacetan total akan melanda Jakarta pada tahun 2014 jika tidak ada kebijakan ekstrem dalam membatasi pertumbuhan jumlah kendaraan. Saat ini, pertumbuhan kendaraan mencapai 700 kendaraan per hari. "Kalau melihat pertumbuhan kendaraan sekitar 700 per hari, maka kami prediksi 2014 jalan di Jakarta sudah stuck. Kalau tidak ada kebijakan membatasi angka kendaraan tentu akan semakin parah kondisinya," ujar Royke, Senin (1/8/2011) di Polda Metro Jaya.

Menurut dia, kebijakan mengurai kemacetan seharusnya merupakan kebijakan jangka panjang yang diterapkan secara berkelanjutan, bukan kebijakan sesaat. Sehingga, bisa dirasakan dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan. Royke mengatakan, produsen mobil yang kini menggenjot angka produksi sampai satu juta unit di tahun 2011 juga tidak bisa disalahkan. "Karena sampai saat ini belum ada regulasi yang melarang penjualan atau kepemilikan kendaraan," tutur Royke.

Sampai saat ini, katanya, hanya pajak progresif yang dikenakan bagi pemilik kendaraan lebih dari satu. Namun, rupanya kebijakan ini tidak menyurutkan niat orang menambah kendaraan. Karena itu, salah satu jalan yang paling mungkin dilakukan adalah dengan pembatasan kendaraan melalui sistem warna. Namun, kebijakan ini masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI. "Kalau untuk pembatasan warna sampai saat ini masih dibahas, namun kebijakan ini akan segera dilakukan uji coba dalam waktu dekat ini," katanya.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pada tahun 2009, jumlah kendaraan bermotor mencapai 9.993.867 unit. Jumlah ini meningkat 15 persen pada tahun 2010 dengan jumlah 11.362.396 yang terdiri atas roda dua sebanyak 8.244.346 unit dan roda empat sebanyak 3.118.050 unit. Jumlah itu belum ditambah dengan jumlah angkutan yang melintas dalam satu trayek, yang menurut data Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya sebanyak 859.692 unit. Panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun.  
 

Beli yuk ?