GuidePedia

0


Meski dianggap aneh dan tak masuk dengan akal logika manusia, berbagai ritual seram warisan leluhur yang dapat dibilang tak berperikemanusiaan ini masih saja tetap dijalankan hingga sampai kini. Menyayat tubuh, menahan rasa sakit yang luar biasa sampai rela mengorbankan nyawa hanya untuk menunjukkan tingkat 'keimanan' sebagai pembuktian dari apa yang menjadi kepercayaan mereka dan belum tentu terbukti kebenarannya, apakah ini memang benar-benar perintah suci dari Tuhan?


7 ritual seram yang bikin bulu kuduk merinding ini memang benar-benar ada dan sampai kini pun para penganutnya masih tetap melanjutkan tradisi aneh yang mereka yakini tersebut. Sahabat kejadiananeh.com disarankan bagi anda yang tidak kuat melihat gambar-gambar mengerikan dibawah ini untuk tidak meneruskan membacanya.

1. Tradisi Potong Penis Suku Unambal


Agar anak-anak laki-laki dari suku Unambal disebut pria sejati, mereka perlu menjalani siksaan fisik yang ekstrem. Para tetua suku akan memotong kulit dari berbagai bagian tubuh seorang anak laki-laki, termasuk pantat, dada, lengan, dan bahu. Kemudian, mereka akan menaruh pasir di atas luka yang belum mengering itu. Hal ini sengaja dilakukan agar luka dapat menghasilkan bekas luka yang indah, setelah itu telah benar-benar sembuh.


Suku Unambal juga mengharuskan anak laki-laki di sukunya untuk menjalani sunat. Namun, ritual itu tidak berakhir di sana. Setelah mereka memiliki jenggot, mereka diwajibkan untuk menjalani prosedur menyakitkan, di mana bagian bawah penis mereka dipotong terbuka dari dasar hingga ke lubang kencing. Suku Unambal percaya bahwa dengan melakukan ritual yang tampaknya menyiksa ini akan membuat penis mereka lebih menarik dan lebih ringan. Itulah lima tradisi brutal yang dilakukan pria agar dicap jantan. Ritual ini kebanyakan hanya dilakukan oleh suku-suku pedalaman untuk menunjukkan eksistensi mereka di antara suku-suku yang lain.

2. Atraksi Mengerikan Nagol 



Jika Anda berpikir bahwa bungee jumping adalah aktivitas melompat dari tempat tinggi yang paling ekstrem, Anda salah. Ada atraksi yang yang lebih ekstrem daripada bungee jumping, yang biasa dilakukan oleh penduduk Vanuatu. Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di selatan Samudra Pasifik.

Setiap tahun dari bulan April sampai Juni, penduduk yang tinggal di bagian selatan Pulau Pentecost di Vanuatu akan mengadakan salah satu upacara adat paling spektakuler dan menantang maut yang pernah ada di dunia. Mereka biasa menyebutnya Nagol atau Gol. Namun, wisatawan asing lebih mengenalnya dengan istilah land diving.

Selama acara berlangsung, para pria akan naik ke menara kayu setinggi 30 meter dan melompat ke bawah. Land diving dilakukan tanpa peralatan keselamatan apa pun. Mereka hanya mengikatkan tanaman rambat pada kedua pergelangan kaki mereka sebagai penahan. Dan tradisi ekstrem ini sekarang telah berkembang menjadi sebuah objek wisata. Sementara menara kayu dibangun, para penerjun harus tinggal di gubuk-gubuk yang dibuat khusus untuk pria. Mereka bahkan harus menghindari kontak dengan wanita. Ritual itu dikatakan dapat menjernihkan pikiran mereka.


Asal-usul Nagol sendiri bermula dari legenda seorang wanita yang merasa tidak suka pada suaminya, Tamalie (ada beberapa versi nama). Menurut cerita masyarakat setempat, wanita itu marah karena suaminya terlalu gila seks, sehingga dia mencoba melarikan diri ke hutan. Tamalie mengejar istrinya dan melihat wanita itu memanjat sebuah pohon.

Tamalie kemudian mengikuti istrinya memanjat pohon itu. Wanita itu kemudian mengikatkan akar pohon rambat itu pada kedua pergelangan kakinya dan melompat ke bawah. Dia pun selamat. Sialnya, suaminya yang ikut melompat untuk mengejarnya, tidak mengikat pergelangan kakinya dengan akar pohon itu. Tubuhnya pun langsung menyambar tanah dan tewas seketika. Hal itu membuat para pria di pulau tersebut mulai belajar untuk melakukan Nagol sehingga mereka tidak lagi bisa ditipu oleh kaum wanita.

3. Ritual Menyeramkan Ashura Kaum Islam Syi'ah


Ritual Ashura adalah salah satu dari ritual tahunan yang dilakukan kaum Islam Syiah di seluruh dunia untuk menandai wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein. Hussein wafat di pertempuran Karbala pada abad ke-7. Dalam ritual ini, orang-orang Syiah akan melukai tubuh mereka sendiri dengan rantai besi atau belati hingga bersimbah darah. 


Orang-orang yang hadir di ritual ini kemudian meratapi kenyataan bahwa mereka tidak hadir dalam pertempuran itu, sehingga tidak bisa ikut berperang dan menyelamatkan Hussein. Kaum Syiah umumnya percaya bahwa ritual Ashura dapat membebaskan mereka dari belenggu dosa.

4. Diungsikan dan dibiarkan Mati dalam keadaan beku


Salah satu cerita yang paling terkenal tentang orang Eskimo adalah praktik aneh yang mereka lakukan ketika menghadapi kematian di usia tua. Dalam ritual ini, orang Eskimo akan dibawa keluar ke laut dan dibiarkan sendirian hingga menjemput ajal. Karena orang Eskimo percaya bahwa ada dunia lain yang menanti mereka setelah mati, para anak akan mengirim orang tua mereka untuk pergi ke alam baka dengan cara yang bermartabat, tanpa menjadi beban bagi keluarga.

5. Matis, Tradisi Aneh Beranjak Dewasa


Ritual kedewasaan Matis dari empat fase yang sangat menyakitkan. Pada tahap pertama, racun diteteskan pada mata pria muda. Suku Matis percaya bahwa hal tersebut akan membantu meningkatkan indera penglihatan anak laki-laki mereka. Tahap kedua dan ketiga melibatkan siksaan fisik, tubuh para pemuda akan dicambuk dan dipukuli berulang kali. 

Pada tahap akhir, para pemuda disuntik dengan racun Kampo, yang diekstrak dari katak monyet. Kampo tidak bersifat halusinogenik, meskipun dapat menyebabkan respon psikologis yang ekstrem. Selain itu, racun ini juga dapat menyebabkan berbagai efek pada tubuh seperti muntah dan gerakan usus yang tak terkendali. Suku Matis sangat percaya bahwa Kampo mampu meningkatkan daya tahan dan kekuatan anak laki-laki mereka, dan membuat mereka menjadi pria sejati dan pemburu yang mahir.

6. Modifikasi tubuh ekstrim membuat kulit agar mirip Sisik Buaya


Suku Sepik di Papua Nugini menganggap buaya sebagai makhluk yang sangat suci. Mereka mengklaim memiliki hubungan spiritual dan budaya dengan reptil berbahaya ini. Oleh karenanya, suku Sepik mendorong para pemudanya untuk menyelesaikan ritual menyakitkan, yang dirancang untuk mengubah kulit tubuh mereka menjadi mirip dengan kulit buaya. 

Dengan menggunakan pisau cukur, tetua suku akan menyayat kulit para pemuda. Proses menyakitkan ini menghasilkan pola indah yang sangat mirip dengan kulit buaya. Untuk melengkapi ritual tersebut, para tetua kemudian menaruh abu pada luka yang menganga. Setelah upacara selesai, para pemuda itu dinyatakan sebagai pria sejati.


7. Ritual Pengorbanan Okipa


Ritual Okipa dilakukan oleh suku Mandan Indian. Okipa dibuka dengan tarian Bison dan kemudian diikuti oleh atraksi pengorbanan diri yang sangat menyiksa. Para prajurit dipaksa untuk menunjukkan keberanian fisik mereka dan membiarkan para roh merasuki raga mereka. Para pemuda yang menjalani okipa diminta untuk tidak makan, minum, dan tidur selama empat hari. 

Mereka kemudian digiring untuk memasuki sebuah gubuk di mana mereka harus duduk dengan wajah tersenyum, ketika kulit dada dan bahu mereka ditusuk. Setelah itu, mereka digantung di atap gubuk sampai pingsan. Prajurit yang pingsan dibawa ke bawah dan dibiarkan sampai terbangun dengan sendirinya. Setelah dia bangun, prajurit itu diminta untuk memotong jari kelingkingnya.

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?