GuidePedia

0

Sebaiknya orang menunggu satu jam setelah makan untuk pergi tidur. Dengan cara demikian peluang serangan stroke bisa turun hingga 68 persen dibandingkan orang yang tidur setelah makan kenyang.© Shutterstock

Puasa Ramadan tentu mengubah jadwal makan dan juga jadwal tidur. Kebiasaan makan tiga kali sehari pada pagi, siang dan sore hari berubah menjadi makan hanya dua kali sehari. Makan sahur pada dini hari juga mengubah kebiasaan tidur.

Akibatnya, pada saat berbuka puasa menjelang malam, ada orang yang makan dengan berlebihan setelah seharian menahan haus dan lapar. Tidak mengherankan jika perut mereka kekenyangan.

Parahnya lagi, ada pula orang yang kemudian tidur dengan perut yang kekenyangan. Padahal, menurut para ahli, tidur dengan perut kekenyangan bisa memicu serangan stroke.

Hasil penelitian yang dipresentasikan sekitar lima tahun lalu dalam European Society of Cardiology Congress mengungkapkan studi terhadap 1.000 pasien yang mengindikasikan adanya hubungan antara meningkatnya risiko sroke ketika orang langsung tidur setelah perut kenyang.

Para peneliti menyebutkan sebaiknya orang menunggu satu jam setelah makan untuk pergi tidur. Dengan cara demikian peluang serangan stroke bisa turun hingga 68 persen dibandingkan orang yang tidur setelah makan kenyang.

Studi ini melibatkan tiga kelompok pasien. Kelompok pertama adalah 500 orang yang sehat. Kelompok berikutnya sebanyak 250 orang yang mengalami sindroma koroner akut. Sementara itu kelompok ketika adalah 250 orang yang sudah pernah mengalami stroke.

Sindorm koroner akut adalah penyakit jantung yang menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang secara mendadak karena arteri yang tersumbat. Penyakit ini menyebabkan pasien merasa sesak nafas dan bisa berujung pada serangan jantung.

Para peserta penelitian diminta untuk mengisi kuesioner yang terperinci. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner itu berhubungan dengan kebiasaan makan dan tidur, termasuk berapa lama mereka tidur. Faktor-faktor yang berisiko menyebabkan penyakit jantung juga ditanyakan, misalnya seks, umur, berat badan, tekanan darah, tingkat kolesterol, kebiasaan merokok, riwayat sakit jantung dalam keluarga dan kondisi fisik.

Cristina-Maria Kastorini, MSc, ahli gizi dari Ioannina Medical School di Yunani mengatakan bahwa penambahan waktu 20 menit setelah makan bisa menurunkan risiko stroke hingga 10 persen.

Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa orang yang makan dan tidak pergi tidur antara 70 menit hingga 2 jam kemudian ternyata risiko terserang stroke lebih rendah 76 persen.

Meskipun orang yang makan kemudian langsung tidur berisiko mendapat serangan stroke, harus disebutkan pula bahwa mungkin ada karakteristik lain yang menyebabkan naiknya risiko itu. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini.

Mengapa tidur saat perut kekenyangan bisa memicu stroke?

David Holmes, MD, profesor di Mayo Clinic College of Medicine di Rochester, Minnesota mengatakan,"Ketika kita makan, kadar gula darah berubah. Tingkat kolesterol pun berubah. Demikian pula dengan aliran darah. Semua perubahan temporer ini bisa memicu terjadinya stroke."

Holmes mengatakan bahwa studi ini hanya melibatkan jumlah pasien yang sedikit, sehingga diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui durasi antara makan dan tidur yang paling tepat.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?