GuidePedia

1


Pada KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang baru saja berlangsung di Jakarta, 6-7 Maret 2016, Presiden RI Joko Widodo menyerukan untuk memboikot produk-produk Israel sebagai bentuk pembelaan terhadap Palestina.

Indonesia walau tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel ternyata tercatat melakukan aktivitas perdagangan barang dengan Israel sejak lama. Baik ekspor maupun impor.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Selasa (8/3/2016), perdagangan Indonesia dan Israel sudah berlangsung sejak tahun 2000.

Bahkan saat Jokowi menjadi Presiden RI, selama tahun 2015 volume impor barang dari Israel naik drastis.

Tercatat selama 2015 Indonesia melakukan impor barang dari Israel senilai US$ 77,7 juta. Realisasi tersebut naik drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang cuma sebesar US$ 13,89 juta. Namun tidak dijelaskan dalam data tersebut, barang apa yang diimpor Indonesia dari Israel.

Indonesia juga aktif dalam melakukan ekspor ke Israel. Realisasi pada 2014 adalah US$ 138,87 juta dan 2015 adalah sebesar US$ 116,9 juta. Tidak dijelaskan juga barang apa yang diekspor Indonesia ke Israel.

Sasmito Hadiwibowo, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS mengakui adanya aktivitas perdagangan yang dilakukan Indonesia dengan Israel.

"Iya (dengan adanya data) berarti ada," ungkap Sasmito kepada detikFinance.

Pada KTT Luar Biasa OKI, Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan memboikot produk-produk Israel

"Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan," kata Presiden Joko Widodo saat memberi Press Statement di sela-sela konferensi OKI, Senin (7/3/2016).

Pernyataan Presiden Jokowi memboikot produk Israel ini sempat diralat sehari setelahnya melalui Jubir Presiden Johon Budi yang menyatakan "bukan boikot produk, tapi boikot kebijakan".


Jadi, yang bener #BoyCott atau #BoyGot ???


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?