GuidePedia

0


Banyu Biru


Tanggal 14 Februari bentar lagi. Katanya tanggal tersebut diperingati dengan hari kasih sayang alias Valentine’s day. Banyak anak muda (juga orangtua) yang nggak sedikit merayakannya. Dengan memberikan coklat misalnya. Atau ngedate dengan seseorang yang dicinta. Lalu, apa jadinya jika kamu diajak ngedate dengan tiga orang ini?

Indra Bekti


Siapa yang nggak kenal seleb yang sering ngemsi ini? Namun namanya belakangan disebut-sebut gara-gara kasus pelecehan seks sejenis dengan artis pendatang baru.

Jika kamu (cowok) ngedate dengan dia (ya kali) mungkin dialognya seperti ini:

IB: Gak mau ada itu-itu, laporan-laporan Valentine.
Kamu: Oh ya. Tapi kalau kakak merasa gak salah gak usah takut.
IB: Loh tadi aku gimana.. mau aku.. kamu mau dikenal gitu maksudnya tapi dengan cara seperti ini?
Kamu: *tarik nafas* aku pengen…
IB: Jangan dong
Kamu: Aku pengen sederhana aja sih kehidupan itu doang
IB: Yaudah tapi berarti gak usah ada kisah itu karena nama kamu juga nanti tercemar juga. Jadi jelek juga. Mending kalau kamu mau benar benar sederhana, ya udah sederhana, apa yang kita bisa bantu, apa yang bisa aku bantu, udah kita saling bantu aja. Aku mau tulus deh, gak perlu harus ada yang kayak gitu-gitu kok.
Kamu: Berarti kak Indra merasa nggak salah?
(Tentu kita berharap berita hubungan sesama jenis IB nggak bener).
Banyu Biru


Mantan pacar Rian Cartwright ini sepertinya memang terkena sindrom FoMO (Fear of Missing Out). Sebuah sindrom yang merasa risau jika belum membuka media sosial baik mengupload photo atau sekadar nulis status (cuitan). Eladalah, karena ke-FoMo-annya, ketika dilantik menjadi intel, malah posting SK pengangkatan.

Kalau kamu (cewek) punya kesempatan ngedate dengan Banyu Biru mungkin dialognya seperti ini:

BB: Kayaknya lebih seru kalau kita selfi dulu deh.
Kamu: Boleh yuk.
BB: *nyalain kamera hape*
Kamu: Itu kamera hape ada penyadapnya nggak Mas? (pertanyaan aneh)
BB: Nggak, tenang saja.
Kamu: Ok, deh. *giliran kamu yang ngeluarin SK. Pamer bahwa kamu dipecat dari perusahaan elektronik*

Jessica


Nama Jessica mendadak berkibar (tercemar tepatnya) belakangan ini. Ya karena dugaan membunuh sahabat dekatnya, Mirna, dengan secangkir kopi.

Kalau kamu (cowok) dan punya kesempatan jalan bareng Jessica, mungkin dialognya seperti ini:

Jessica: Valentine ini, terima kasih untuk coklatnya ya!
Kamu: Oh iya, sama-sama. Semoga setelah makan coklat ini kamu jadi tenang. *dengan mata memicing jahat*
Jessica: Bagaimana dengan kopinya?
Kamu: Ko-ko-pi?

Dari ketiganya Kalamuda yakin kamu pasti akan menolak semuanya. Ya, jelaslah, Bro. Lagipula jika mereka tidak sejahat yang dibayangkan media massa tetap saja kamu nggak boleh ngedate dengan orang yang bukan pasangan resmi (baca: halal) dan lagi, kamu juga nggak boleh ikut valentinan. Why?

1 . Ajaran agama tertentu

Mau bukti?

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

2. Apa manfaatnya ikut valentinan?

Buang-buang umur. Hati jadi nggak tenang. Buang-buang uang juga sih.

3. Menduakan Allah

Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau nggak ketika kamu meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kamu meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”.

See?


HMJ UIN Bandung


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?