GuidePedia

0


Pada tanggal 28 Desember,1941, Admiral Muda Ben Moreell meminta kuasa dari the Bureau of Navigation untuk membentuk satu pasukan zeni yg sanggup membangun semuanya dari lapangan udara sampai jalan dalam kondisi bertempur. Unit ini anntinya akn dikenal sebagai “Seabees”—unit pertama dari batalyon zeni.

2
3

(Pasukan ke=1006 Seabees mengggunakan sebuah dermaga pontoon tiga-bagian di pantai Safta)
4
5
6

(pasukan ke 71 Seabees membangun bandara di the Admiralties)
7

(pasukan ke-112 Seabees di Tinian 1945)
8

Orang-orang yg direkrut di batalyon ini bukan orang2 biasa ataupun sukarelawan—mereka semua mempunyai latarbelakang sebagai pekerja konstruksi. Angkatan pertama dari rekruitan ini berhasil membangun bendungan Boulder, jalan raya nasional, dan pencakar langit perkotaan; udah pernah menggali terowongan buat kereta bawah tanah; dan akrab dengan pertambangan dan kerja keras. Bahkan beberapa diantaranya dalah pembuat kapal dan pesawat terbang.

Sekitar 325,000 laki2 dari 60 jenis keahlian , berumur antara 18 sampai 60, telah melayani dalam Seabees sampai PD II berakhir. Para perwira yg memerintah batalyon ini juga merupakan pasukan elit, berasal dari Korps Insinyur Sipil. lebih dari 11,000 perwira korps kalau digabungkan 8,000 di antaranya melayani unit konstruksi
.
9
10
11
12
13
14
15

walopun the Seabees secara teknik merupakan unit pendukung, mereka juga dilatih sebagai prajurit infantri, dan sering jug amereka bertempur melawan musuh di garis depan, terutama di daerah projek mereka. Mereka dikirim ke berbagai palagan perang seperti kepulauan Azores, Afrika Utara, Laut Tengah, pasifik, dan pantai Normandia.

16
17

(Seabees sedang menolong pasukan Jendral Patton dan AD menyeberangi Sungai

18

(Markas Armada Udara di Islandia  kekurangan orang dan iklim yg ekstrim.)

19
20
21
22

(memperbaiki jalur pembom piva dengan alas Marston )

23

Beberapa karya unit zeni ini menjadi legenda. Mereka membangun bandara raksasa dan fasilitas pendukungnya untuk pesawat pembom B29 Superfortress di Guam, Saipan, dan Tinian, serta pelabuhannya juga yg dibutuhkan untuk supply kampanye pengeboman Jepang. The Seabees juga mengalami kehilangan banyak anggota dalam proses pengerjaan ponton baru yg inovatif untuk menolong sekutu mendarat di pantai Sisilia.

Selama D-Day, unit penghancur the Seabees’ adalah di antara yg pertama mendarat. Misi mereka: untuk menghancurkan rintangan baja dan beton Jerman yg sengaja mereka bangun untuk pertahanan.
24

(Seabees dari pasukan ke-75 NCB mengubah tabung gas 55-gallon menjadi pipa air)
25
26
27
28

(Menjalankan Bulldozers, Thatcham Depot, UK)
29
30
31

The Seabees’ motto adalah “We Build, We Fight.”

Di bawah ini adalah video bisu dari kerja keras oleh pasukan ke- 36 Batalyon Konstruksi AL “Seabees” di Pulau Bougainville, Kepulauan Solomon, 1942.


Post a Comment Blogger

Beli yuk ?