GuidePedia

0
Naik Bus Sejahtera Ke Pematang Siantar

Ketika ada bus besar yang sedang menunggu penumpang saya tertarik untuk mendekat. Ternyata ini adalah Bus Sejahtera dengan tujuan Pematang Siantar dan Medan. Nggak perlu banyak berpikir saya langsung naik ke dalam bus. Kebetulan bus juga sudah hampir penuh. Saya kebagian duduk di kursi paling belakang. Lumayan enak karena agak longgar jika dibandingkan kalau saya duduk di kursi lainnya yang super sempit itu. Tujuan saya kali ini adalah ke Pematang Siantar. Sebelumnya nggak ada Pematang Siantar dalam daftar itinerary saya. Tapi setelah sedikit tanya-tanya sama Mas Lomar Dasika lewat FB saya jadi tertarik juga mampir ke kota terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Medan ini selama semalam.

Saya hanya menunggu selama 10 menit di dalam bus sampai bus berangkat menuju Pematang Siantar. Jalan dari Ajibata ke arah Parapat yang akan dilewati bus ini lumayan kecil dan berbukit-bukit. Beberapa tikungan membentuk sudut yang sangat sempit. Hasilnya… Bus sebesar dan sepanjang ini sangat kesulitan untuk melahap tikungan. Berkali-kali sopir harus memaju-mundurkan bus terlebih dulu sebelum melewati tikungan. Bus terus melewati Jalan Parapat yang naik-turun dan berkelok dengan santai. Naik bus besar seperti ini terasa lebih santai dan tidak ugal-ugalan layaknya jika naik elf maupun L300 yang banyak terdapat di kabupaten-kabupaten kecil. Saya pun bisa lebih rileks dan berusaha tidur. Hehe..

Saya dalam perjalanan ini lebih banyak tidur karena saya duduk di tengah, tidak bisa melihat pemandangan di luar dengan bebas. Setelah naik bukit meinggalkan Danau Toba pemandangannya juga nggak begitu menarik. Sepanjang jalan hanya berisi hutan-hutan terus. Apalagi bus sangat penuh jadi suasananya tambah sumpek, asap rokok pun dimana-mana. Bus berkali-kali berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Banyak juga penumpang yang tidak mendapat tempat duduk dan rela berdiri berjam-jam.

Naik Bus Sejahtera Ke Pematang Siantar

Untuk rute Ajibata-Pematang Siantar yang berjarak kurang lebih 50 km biasa ditempuh dalam waktu 1,5 sampai 2 jam. Namanya juga naik angkutan umum, bolak-balik berhenti adalah hal yang biasa. Ini yang bikin perjalanan jadi lama dan tidak bisa diprediksi. Belum lagi kalau angkutannya kebanyakan ngetem, pasti tambah molor lagi. Bus terus saja melewati Jalan Parapat. Mungkin ini adalah satu-satunya jalan dari Parapat ke Pematang Siantar dan Medan.

Mendekati Pematang Siantar sudah banyak penumpang yang turun dengan tujuan masing-masing. Saya yang terbangun dari tidur langsung buka handphone untuk melihat GPS. Ternyata bus sudah hampir masuk ke Kota Pematang Siantar. Tapi tidak lama kemudian ada persimpangan dan bus belok ke kiri, bukan lurus ke arah kota. Yah biasalah kalau bus nggak bisa masuk kota. Bus melewati Jalan Sisingamangaraja dan kemudian berhenti di depan sebuah terminal. Tidak ada penumpang yang turun, malah banyak yang naik dengan tujuan Medan. Feeling saya mengatakan saya harus turun di terminal ini karena saya akan ke Siantar. Tidak mungkin nanti bus masuk ke kota karena saat melihat peta, persimpangan di depan sana sudah jauh dari kota. Langsung deh saya lompat dari bus untuk turun.

Seperti biasa banyak calo yang mengerubungi, tapi ya cuekin ajalah. Sebagian juga para preman-preman terminal. Yak saya memang sedang berada di Terminal Parluasan-Pematang Siantar yang dulunya terkenal sebagai gudang preman yang disegani di Sumatera Utara. Yang pertama saya lakukan saat tiba di Pematang Siantar adalah mencari penginapan dulu karena hari sudah mulai sore. Saya sengaja mencari penginapan yang dekat dengan terminal dengan harapan besok pagi dengan cepat dan mudah mendapatkan bus untuk ke Medan. Setelah dapat penginapan baru deh jalan-jalan keliling Kota Pematang Siantar. Selamat datang di Pematang Siantar!!

http://www.wijanarko.net/2011/10/naik-bus-sejahtera-dari-ajibata-parapat.html
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top