GuidePedia

0

http://i710.photobucket.com/albums/ww109/butto/jalan-ancur-di-jakarta_.jpg


Lembaga internasional yaitu Asian Development Bank (ADB) mengakui kondisi infrastruktur Indonesia khususnya jalan, merupakan yang terburuk di ASEAN. Panjang jalan di Indonesia terpendek di ASEAN.

Demikian disampaikan oleh Kepala Ekonom ADB Mochammad Ehsan Khan di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (10/8/2010).

Dalam kajian yang dilakukannya, Ehsan menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kepadatan jalan (road densities) terendah di antara negara-negara ekonomi utama di Kawasan Asia Tenggara, baik untuk tiap 100 orang dan setiap kilometer persegi.

Panjang jalan yang diaspal per 100 orang juga salah satu yang terpendek di kawasan ini. Selain itu, sekitar 36% dari jaringan jalan dilaporkan rusak atau megalami kerusakan berat pada tahun 2007.


http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090115_044040_jalanan.jpg


'Dengan mengatasi hambatan-hambatan utama ini, maka akan menempatkan Indonesia pada jalur pertumbuhan yang lebih tinggi dan membuat peluang ekonomi lebih terbuka dan terbagi dengan lebih merata,' ujar Ehsan.

Hambatan utama Indonesia adalah infrastruktur yang tidak memadai dan berkualitas rendah, tata kelola pemerintahan (governance) dan institusi, serta akses pendidikan yang tidak merata dan kualitas pendidikan yang rendah.

ADB sangat menekankan urusan infrastruktur karena selama ini infrastruktur Indonesia masih minim, sehingga penyerapan tenaga kerja masih belum optimal.

'Biasanya sektor ini (infrastruktur) memberikan memberikan kesempatan kerja, produktif terbesar. Tapi tidak tumbuh saja tapi diikuti social progres, di kesehatan dan pendidikan. Apalagi tenaga kerja kita 51% masih tamatan SD,' tambah ekonom ADB, Edimon Ginting, dalam kesempatan yang sama.

ADB mengusulkan agar pemerintah melakukan reformasi kebijakan dalam jangka pendek dan menengah untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Di antaranya, percepatan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang baru, meningkatkan investasi swasta termasuk kemitraan pemerintah dan swasta, memperbaiki tata kelola dan mengatasi kesenjangan antar daerah dalam hal akses untuk mendapatkan peluang pekerjaan dan pendidikan.

(nia/dnl)
sumber :http://www.detikfinance.com
Kirim Artikel anda yg lebih menarik di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?