Berikut sebagian potret buram aksi kekerasan polisi terhadap masyarakat sipil selama aksi demontrasi menolak kenaikan harga BBM di akhir Maret 2012.

Seorang demonstran babak belur setelah dihajar polisi di Makasar, Kamis (29/3).

Polisi menyeret-nyeret peserta demonstran di depan Bandara Polonia, Medan, Senin (26/3).

Seorang intel yang terkena batu (tengah) dibawa polisi untuk mendapat pengobatan di Palu, Kamis (29/3). Dalam setiap aksi demo banyak aparat dengan baju preman alias intel yang menyamar sebagai pedagang asongan, tukang rokok, petugas kebersihan sampai ikut dalam kerumunan massa.

Para perwira polisi berpangkat Komisaris Besar sampai harus mengamankan seorang demonstran di depan gedung DPR/DPD/MPR RI, Kamis (29/3). Para perwira polisi sering kerepotan menenangkan anak buahnya yang melakukan aksi kekerasan.

Satu lagi demonstran yang wajahnya babak belur dihajar polisi di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (29/3).

Intel-intel polisi menangkap demonstran yang sudah babak belur di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (29/3).

Polisi mengeroyok seorang mahasiswa di Malang, Jawa Timur, Rabu (28/3).

Polisi memukuli mahasiswa di depan Gedung DPRD Malang, Jawa Timur, Rabu (28/3).

Mahasiswa pingsan setelah mengikuti aksi demo di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (29/3) malam.

Sudah minta ampun masih juga dipukuli polisi.

Coba perhatikan polisi yang menembakkan gas air mata di depan gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (29/3). Ditembak ke arah manusia bukan ke atas.