GuidePedia

0

Kemacetan Jakarta yang semakin parah, membuat mobil transmisi otomatis menjadi pilihan. Sayangnya, mobil-mobil matik kini harganya masih lebih mahal daripada mobil transmisi manual.

Anda pun bisa mensiasati dengan membeli mobil matik bekas. Tapi ingat, Anda harus lebih jeli saat memilih. Sebab, bila telah rusak, mobil matik jauh lebih repot daripada transmisi manual.

Haerul Hazmi, direktur teknik bengkel khusus mobil transmisi matik, Exclusive Atuto Garage, saat pembukaan cabang di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Cipinang, Jakarta Timur, memberi poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat membeli mobil matik bekas. Berikut tipsnya:

Pertama, nyalakan mesin mobil. Matikan AC, tape, maupun sumber suara yang lain. Setelah beberapa saat menyala, dengarkan. "Bila terdengar bunyi ngiiiiing, tandanya sistem transmisi ada yang rusak," katanya, Minggu 9 Januari 2011.

Tapi, bila tak ada suara selain mesin, itu tandanya transmisi mobil masih bagus.

Kedua, masukkan tuas transmisi, tanpa menginjak rem, dari posisi P (parkir) ke R (mundur). Lalu pindahkan dari posisi R ke D (maju). Bila saat perpindahan transmisi terjadi hentakan keras, itu tandanya transmisi telah rusak. "Jangan dibeli," katanya.

Ketiga, buka kap mesin, lihat ada kebocoran oli transmisi atau tidak. "Bila bocor, kerusakan sudah fatal," katanya. "Lebih baik cari mobil yang lain."

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?