GuidePedia

0


 
Sempet terharu juga ketika menyaksikan dan mendengar sajak puisi dari penyair terkenal Indonesia, Taufik Ismail di TVOne tadi pagi. Puisi yang dideklamasi secara lantang dan menjiwai tentang kemerdekaan Indonesia yang sudah berumur 65 tahun. Dia membuat puisi tentang carut marut bangsa Indonesia kini. Huff sangat mendalam dan memaknai akan sebuah pencapaian sebuah maha karya bangsa ini.

dan ini sebagian dari puisi yang dapat saya catat dan masi banyak laen yang belum dimasukkan.

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri

Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan

Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami Sejak lahir sampai dewasa ini


Jadi sangat tepergantung pada budaya Meminjam uang ke mancanegara

Sudah satu keturunan jangka waktunya

Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula

Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni Lubang itu,

alamak, kok makin besar jadi Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini

Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi

Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia

Kita gadaikan sikap bersahaja kita

Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta

Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka

Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia

Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama Kepada Amerika, Jepang, Eropa dan Australia

Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi

Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri Sambil kepala kita dimakan

begini Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti

Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi

Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni

Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama

Menggigit dan mengunyah teratur berirama

Sedih, sedih, tak terasa jadi bangsa merdeka lagi

Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini

Bagai ikan kekurangan air dan zat asam

Beratus juta kita menggelepar menggelinjang

Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang

Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya

Meminjam kepeng ke mancanegara

Dari membuat peniti dua senti

Sampai membangun kilang gas bumi

Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi

Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi

Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri

Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis

Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis

Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa

Tertancap dalam berbekas, selepas tiga dasawarsa

Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya

Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami

Kalian lah yang membuat kami jadi begini

Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi

Lalu tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini…..

“Ironis sekali bagaimana puisi ini begitu tepat menggambarkan kondisi negara ini..Sebuah refleksi HUT RI yang ke 65 dimana esensi merdeka hanya retorika tanpa makna “

dan juga singkatan yang sangat menarik dari Taufik Ismail yang mungkin sesuai dengan kondisi aparat penegak hukum Indonesia.

1. HAKIM

Hubungi

Aku

Kalo

Ingin

Menang

2. POLISI


Percayalah

Objekan

Licin

Ini

Sukses

Implementasinya

3. JAKSA


Jajaki

Aku

Kalau

Sesuai

Anggarannya

Tapi yang pasti bangsa yang hebat adalah bangsa yang belajar dari masa lalunya. Dirgahayu Indonesiaku ke 65.

Post a Comment Blogger

Aboi/amboi bisa nulis komentar lewat Google+ atau Facebook, tinggal klik tombol pilihan di kanan atas ini....Untuk Google+ (dan yang lain, termasuk open ID) kalo mau nambah emoticon tinggal klik kotak emotican, copy + Paste ke komentar. Jangan lupa klik notify me, biar kalo ada respon langsung tahu. Semua komentar spam, link out dan gak nyambung akan dihapus dan di ban...

Sedangkan untuk Facebook comment, tinggal nulis saja, jangan lupa centang juga also update my status,biar kalau ada respon juga tahu.
akhirnya terimakasih sudah berkomentar !

 
Top