GuidePedia

0
Ikan Asap Siap Saji
Siapa yang tak kenal dengan Provinsi Maluku. Wilayah yang terkenal dengan gugusan pulau-pulau kecil dan besar dengan karakteristik yang sangat khas dan unik ini bisa dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan kondisi alam yang bergunung, berbukit, dan pesisir pantainya sangat menyenangkan untuk dijelajahi selama Anda berada di Maluku. Daerah ini bahkan cukup terkenal dengan pangan sagu sebagai makanan sehari-harinya.

Banyak potensi alam dan potensi kuliner lainnya yang bisa dinikmati selama berada di Ambon, ibu kota Provinsi Maluku. Salah satunya Ikan Asap yang menjadi salah satu pangan favorit kota Ambon. Ikan ini bahkan kerap dijadikan buah tangan oleh wisatawan yang berkunjung ke sana.

Ya, dari namanya Anda pasti sudah membayangkan sedang berbaque ala pantai. Ikan Asap atau yang menurut bahasa setempatnya, Ikan Asar, merupakan makanan ikan segar yang bersumber dari hasil tangkapan laut masyarakat setempat yang banyak di sukai, dan termasuk jenis ikan dari ikan Tongkol dan Ikan Tuna.

Di kota Ambon, tidak sulit untuk mencari makanan ini, Anda cukup berjalan menuju kawasan Galala dan pasar PLTD akan ditemukan banyak berjejer kios pedagang yang memajang daganganya dengan berbagai jenis ikan asap dengan berbagai ukuran dan jenisnya.

Seorang pedagang, Syamsiah, mengatakan, ikan asap yang dijualnya memiliki keunikan akan rasa dan bumbunya saat proses pembakarannya.

'Saat diasap kita kasih bumbu asli masakan dari hasil racikan nenek moyang kita sejak lama, dan ini sudah ada sejak lama,' jelas Syamsiah yang membandrol dagangannya dengan harga bervariasi yang dimulai dari Rp 15 ribu-Rp 25 ribu per ekornya.

Ikan yang telah siap di asapkan tersebut, kata dia, sangat cocok untuk dinikmati bersama nasi dan bumbu yang disebut dengan sambal 'colo-colo'. Sambal colo-colo tersebut merupakan racikan antara rempah-rempah yang terdiri dari tomat, cabai, daun seledri, jerukChina (jeruk makan), dan kecap.

'Setelah dibakar dan diasap 1 jam lamanya, ikan ini langsung kita olesi minyak sayur untuk menjaga rasanya tetap menempel dan setelah selesai, ikan ini bisa tahan sampai 5 hari di tempat terbuka dan 1 bulan jika langsung di masukkan ke mesin pendingin,' jelasnya.

Menurutnya, pangan ini merupakan salah satu keharusan dilakukan oleh para wisatwan saat berkunjung ke Ambon.

'Rugi kalo datang ke sini (Ambon) tidak mencoba makanan yang enak ini,' jelas Syamsiah.

Tribunnews.com

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top