GuidePedia

3
http://www.pks-jabar.org/wp-content/uploads/2014/05/vektor-bendera-prabowo-hatta.jpg
Jakarta - Tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta (PH) mulai mengungguli sementara atas pasangan Jokowi-JK pada sebulan menjelang Pilpres pada 9 Juli 2014, kata Sekretaris Nasional (Seknas) Generasi PH Jentel Chairnosia.

"Dari jajak pendapat yang dilakukan Tim Generasi PH dengan wawancara/tatap muka kepada 1.500 responden, didapatkan pasangan Prabowo-Hatta meraih 60 persen suara, sementara Jokowi-JK meraih 35 persen. Sisanya, sebanyak 5 persen tidak memilih keduanya," kata Jentel dalam keterangan persnya, di Jakata, Minggu.

Menurut dia, jajak pendapat yang dilakukan oleh 300 anggota Generasi PH itu dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan kekuatan kedua calon pasangan menjelang Pilpres 2014.

"Warga yang dipilih sebagai responden secara acak di tujuh provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara," ujarnya.

Jentel menambahkan, pihaknya melakukan jajak pendapat pada rentan waktu 6--7 Juni 2014 dengan pembiayaan secara mandiri dari masing-masing relawan.

"Kami ingin menindaklanjuti hasil dua lembaga survei, LSI dan SPIN yang menyatakan pasangan Prabowo-Hatta mengungguli sementara Jokowi-JK. Ternyata hasil yang kami dapat di lapangan membuktikan kebenaran dua lembaga survei itu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1-4 Juni 2014 menyebutkan elektabilitas Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen, mengungguli elektabilitas Jokowi-JK yang meraih 40,1 persen, sisanya 15 persen responden tidak menjawab.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dalam survei awal Mei 2014 menyebutkan pasangan Prabowo-Hatta juga mampu mengungguli Jokowi-JK di dua provinsi, yaitu Banten dan DKI Jakarta.

"Kami akan terus melakukan jajak pendapat hingga di akhir masa kampanye nanti untuk mengetahui perkembangan selanjutnya. Tentunya dengan responden dan wilayah yang berbeda," kata Jentel.

Pemilu Presiden, 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.  
 

Post a Comment Blogger

  1. Jelas Prabowo naik kan partai pengusungnya banyak, kalau sebelumnya Jokowi di atas karena banyak partai mempunyai calon sendiri. Suara calon dari partai lain beralih ke Prabowo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas souvenir Jawa yakin kalau pilihan di capres ini ada hubungannya dengan loyalitas partai ? sepertinya enggak deh...kecuali PKS dan PDIP yang memang hardcore followersnya...

      Delete
  2. kalo kita lihat emang, kalo sudah hardcore jokowi, mau diapain juga milih jokowi, begitu juga fans Prabowo...nah tinggal yang masih swing voters nih...kalo golput memang biasanya pasang tinggi kriteria sehingga dua anjing ini gak masuk kriteria mereka... :p

    ReplyDelete

Beli yuk ?