GuidePedia

0

Perkelahian Antara Gajah Jantan Dan Badak (Aku sayang kamu Bu...) 


Gajah dan badak termasuk hewan besar di dunia binatang, sehingga tidak menutup kemungkinan bakalan terlibat dalam pertarungan dramatis dan menakutkan apabila saling bertemu satu dengan yang lainnya. Contohnya seperti yang terjadi di taman nasional afrika beberapa waktu ini.

Fotograper amatir louis kok dan istrinya marthie berhasil mengabadikan momen luar biasa yang jarang terjadi tersebut. Dimana sang Gajah jantan menyerang gajah betina dengan menanduknya hingga terpental keudara kemudian menginjak badak tersebut dengan kakinya.

Dua mamalia ini sebenarnya tidak sengaja bertemu. Dalam kondisi ini, sang badak hanya berusaha melindungi anaknya, sedangkan sang gajah sendiri sedang dalam kondisi meningkatnya hormon testoteron yang mengakibatkan gajah dalam mood agresif.

Berikut kronologi peristiwa tersebut melalui sebuah photo :

Ronde 1.
Sang gajah menanduk sang badak hingga terlempar ke udara dan jatuh, kemudian sang gajah berusaha tetap merubuhkan sang badak.


Ronde 2.
Setelah sang badak terguling, jurus berikutnya pun dilancarkan, sang Gajah menginjak sang badak sambil tetap menahannya dengan belalainya agar lumpuh tak berdaya.


Ronde 3.
Tak puas melihat sang badak terluka dan tak berdaya, sang Gajah jantan berusaha terus menanduknya. Sampai ia benar - benar terluka parah.


TENG...TENG...TENG..., PERTANDINGAN REHAT SEBENTAR.
Sambil nunggu kelanjutannya, mari kita simak komentar para juri berikut :

Mr Kok mengatakan: 'Gajah yang tingkat hormon testoteronnya sedang meninggi atau pada posisi puncaknya, akan sangat berbahaya, dan akan menyerang apa pun yang berdiri di jalan mereka. "

Musth adalah istilah suatu kondisi di mana gajah sedang mengalami kenaikan besar dalam hormon reproduksi - kadar testosteron bisa mencapai 60 kali lebih tinggi dari normal - dan ini membuat mereka sangat agresif.

'Gajah akan terus menggulingkan badak yang terkapar tak berdaya berguling - guling dengan kaki di udara,' Mr Kok melanjutkan.

'Gajah terus menanduk badak berdaya di hamparan debu, dan dengan sekuat tenaga berusaha menghancurkan berulang kali musuhnya dengan mengandalkan berat badannya yang sangat besar -. Dalam cuplikan tersebut kita lihat dimana kecepatan, kelincahan dan kekuatan brutal menjadi satu.'

TENG...TENG...TENG..., PERTANDINGAN DILANJUTKAN.

Ronde 4.
Tanpa ada perlawanan, kembali sang badak tidak diberikan kesempatan berdiri oleh sang gajah. Sang badak tetap di tanduk hingga berguling - guling di pasir yang berdebu.


Ronde 5.
Tampaknya sang badak sudah titik darah penghabisan. Dengan terluka parah dan sisa - sisa tenaga, sang badak tampaknya ingin menyerah kepada sang Gajah. Namun ia harus pasrah karena sang Gajah tidak memberikan ampun kepadanya.
(Sayang nya tidak ada wasit yang melerai).


Ronde 6.
Ditengah kebrutalannya, sang gajah melihat anak sang badak, yang dari tadi bersembunyi di balik semak - semak sambil memantau dan berusaha membantu ibunya.


TENG...TENG...TENG..., AKHIRNYA PERTARUNGAN PUN SELESAI.
Selesai di Ronde ke enam.

Karena sang gajah yang melihat anak badak tersebut berusaha mendekati ibunya yang terluka parah, akhirnya sang gajah memutuskan untuk menyudahi perkelahian ini (kasihan mungkin). Lagi pula hormon testoteronnya sudah tersalurkan dan berangsur - angsur menurun.

Setelah perkelahian, sang anak badak terus berusaha mendekati ibunya, sambil waspada terhadap gajah gila tersebut.


Akhirnya sang gajah gila tersebut pergi juga dan meninggalkan sang badak betina tergeletak dengan luka parah yang cukup serius. Sementara itu sang anak mulai mendekati ibunya, sambil berucap " ibu, ibu, bertahanlah... , aku sayang ibu...".


Sang anak badak pun berdiri tepat disamping sang Ibu, tanpa tau harus berbuat apa .
Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk mengurangi penderitaan ibunya, yang dengan sekuat tenaga rela berjuang hidup dan mati demi melindungi dirinya.


Setelah hampir dua jam berusaha berdiri dan bangkit, sang ibu badak nampaknya sudah tidak bisa tertolong lagi. Namun ia tetap berusaha menyemangati anaknya sambil berkata :

" anak ku, lanjutkanlah perjalananmu..., perjalanan ini masih panjang, masa depan mu ada di luar sana, tidak usah khawatirkan ibu, ibu akan tetap disini sambil menunggu luka - luka ini sembuh... "

" ... Tapi Bu, aku ingin disini menemani Ibu sampai sembuh,... "

" ...sudahlah nak, ibu baik - baik saja, nanti ibu menyusulmu, lanjutkan saja perjalanan mu, hati - hatilah dijalan... "

Dengan rasa khawatir dan hati yang hancur, akhirnya sang anak badak pun terpakasa meninggalkan ibunya yang tergeletak lemah sendiri.


Akhirnya, setelah anaknya pergi, tak berapa lama Ibu sang badak ini pun mati mengenaskan .

Ini kejadian di dunia binatang, namun banyak nilai dan pesan moral yang bisa kita ambil, Aboi2 sendirilah yang bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini.

Dari aing... , ibu...ibu...ibu...,ayah..., maafkan anakmu ini. di pagi yang buta ini hanya bisa berdoa untuk kalian berdua, agar selalu dalam lindungan-Nya Amin.

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?