GuidePedia

0
 
 Assalamualaikum para sesepuh...sya minta ijin buka thread...semoga bermanfaat....

Sebenarnya kejadian ini sudah agak lama terjadinya,tapi sya baru bisa datang ke tempat kejadian beberapa minggu lalu pada saat sya ke Sidoarjo.

Sebanyak 17 makam balita dibongkar di 2 tempat pemakaman umum di Sidoarjo.Jasad dan kain kafannya raib dari liang lahatnya masing2.benarkah dilakukan oleh sekawanan pencuri yang sedang mendalami ilmu panglemunan dan mencari pesugihan?

Di TPU Bonosari terdapat 15 makam,sedang di Dusun Alas Tipis,Desa Pabean,Kecamatan Sedati,terdapat 2 makam.Bukan hanya kain kafannya saja yang hilang,seperti yang kebanyakan terjadi,tetapi juga jasad mayatnya.

Menurut Juru kunci makam Alas Tapis,pertama kali mengetahui rusaknya makam kedua balita itu pada hari Senin tanggal 7 Februari 2011.Pada makam yang diduga dicuri mayatnya itu,terdapat banyak bekas lubang.Lubang2 tersebut,mengarah pada jasad mayat yang dimakamkan.

Semula,peristiwa pembobolan dua makam balita ini tidak banyak diketahui warga.Mereka baru tahu,setelah Polsek Sedati melakukan olah TKP.Dua makam balita yang dibongkar itu,kebetulan anak kembar pasangan Bpk.Yunus Jailani dan Bu Suparti,warga Bonosari.Nama balita yang dimakamkan adalah M.Arifin dan Imam Syafii.

Banyak warga menduga,aksi pencurian mayat balita dan kain kafan itu terkait dengan ulah penganut aliran sesat.Mereka sengaja mengambil mayat bayi dan kain kafan untuk keperluan ilmu panglemunan dan pesugihan. Pencurian jasad maupun kain kafan jenasah bayi yang rata2 dibawah usia dua tahun ini,biasanya digunakan untuk pesugihan dan tindak kriminal.

Pesugihan tersebut bisa disebut sebagai pesugihan "Bayi Jabang".Pesugihan dengan menggunakan metode arwah bayi bajang merupakan trend baru(lagi In Fashion istilahnya).Pelaku pesugihan memang sengaja memanfaatkan arwah orang yang sudah meninggal untuk diperbudak mengumpulkan uang dan harta kekayaan orang lain.

Jasad yang dicuri tersebut biasanya akan diawetkan atau dikuburkan di tempat tertentu.Selain pesugihan,orang juga memanfaatkan kain kafan si jabang bayi tersebut untuk pegangan atau jimat saat melakukan tindakan kriminal, biasanya digunakan untuk merampok,mencuri,atau menjambret.

Caranya dengan dililitkan seperti orang mengenakan ikat pinggang.Jika seseorang sudah mengenakan kain kafan tersebut,niscaya tidak akan pernah tertangkap oleh polisi.Pokoknya licin seperti belut,bahkan seseorang seakan2 tidak melihat keberadaan pelaku ketika menyatroni sebuah rumah atau toko.

Kain kafan ini terkadang dimanfaatkan juga sebagai "Peta" bagi perampok atau maling untuk menunjukkan tempat atau rumah yang banyak uang dan hartanya.Dan para pelaku yang mencuri kain kafan bayi bukan orang sembarangan.

Kenapa bisa begitu?sebab kain kafan bayi maupun jasad bayi yang masih dibawah usia satu tahun ataupun yang meninggal pada saat dilahirkan,secara gaib memiliki aura kebajikan.

Untuk itulah,para pelaku sebelum menggali dan mengambil kain kafan maupun jenasah ini,diharuskan "Ritual Ngebleng".Yakni ritual satu hari penuh dengan membawa beberapa sesaji berupa "Kembang Macan Kerah" yang isinya terdiri dari kembang setaman,irisan jeruk dan irisan kunyit.

Dalam puasa itu,si pelaku harus membisu dalam ruangan yang tak satupun orang boleh mengetahuinya.Jika pada saat puasa ngebleng,keberadaannya diketahui,maka puasa tersebut gagal dan diwajibkan mengulang kembali.

Setelah puasa itu usai dilakukan,maka kembang macan kerah tersebut wajib dimakan dengan takaran satu kepalan tangan sebagai syarat dan berakhirnya puasa ngebleng tersebut.

Selanjutnya,kain kafan dan jenasah bayi2 tersebut bisa diambil.dan dalam melakukannya,si pelaku tidak seorang diri.tapi ada yang membinanya.dalam hal ini adalah gurunya.dan untuk mengambil jenasah dengan tangan dan untuk melepas kain kafan tersebut harus digigit.
 
Setelah berhasil didapat,kain maupun jenasah bayi tersebut tidak bisa langsung digunakan.melainkan harus dirituali.Ritual tersebut berupa "Tumpengan" atau hajatan,sebagai tanda suksesnya pengambilan kain dan jasad tersebut.




Didalam selamatan itu,diikutkan pula ritual pemakaian kain kafan kepada pelaku.Biasanya si pelaku ini diharuskan duduk di atas tempat tidur yang terbuat dari bambu dan dibawahnya dibakari dengan kemenyan.Tujuannya agar keampuhan dan arwah bayi tersebut ikut melekat didalam diri si pelaku.Untuk itu mengapa kemenyan itu diletakkan dibawahnya.Sebab asap kemenyan itu bisa mengenai seluruh tubuh pelaku,soalnya mulai dari kaki hingga kepala.

Untuk menggunakan pertama kalinya,baik itu kain kafan mauun jasad bayi tesebut,si pelaku harus tepat memilih harinya.Selasa Kliwon dan Jumat Legi merupakan saat yang tepat.Hari itu digunakan saat pelaku akan beraksi dengan kain kafan.Selanjutnya dipakai hari2 biasa sudah bisa.Intinya untuk start pertama atau istilah jawanya NGREYEN.

Selain ampuh untuk pesugihan dan tindak kejahatan,sikep kain kafan ini juga bisa digunakan untuk seseorang yang terbentur masalah hukum.Biasanya digunakan oleh orang yang tengah disidangkan di meja hijau.Pada saat itulah hakim ketua yang memimpin sidang ketika akan memberi putusan terlihat linglung dan linglang,tidak bisa fokus memberi hukuman kepada si pelaku.Ujung2nya hukumannya ringan atau jauh dari yang dituntutkan oleh jaksa penuntut.

Bahkan seseorang yang sedang terlilit hutang bisa menggunakan kain kafan ini.Biasanya mereka2 ini,baik seorang pengusaha atau orang yang terlibat kasus hukum atau hutang dalam jumlah besar.Untuk menghindari dari masalah tersebut,biasanya memesan kain kafan bayi kepada seseorang.

Namun,kain kafan bayi ini bersifat tidak bisa kekal.Karena ada masa kadaluarsanya(kayak makanan aja).Sebab bersifat pesan dan harus diisi ulang atau dicharge lagi (walah ini malah kayak HP) jika ingin digunakan kembali oleh si pemesan kain itu.Beda halnya dengan yang mengambil dan ritual sendiri.Keampuhan kain kafan dan pesugihan bayi bajang sifatnya kekal.

PESAN  Masyarakat tidak perlu takut dengan pelaku kejahatan yang menggunakan sikep kain kafan ini.Sebab bisa ditaklukkan dengan "Tombak Sewu". Apakah "Tombak Sewu" itu? Tombak Sewu itu adalah sapu lidi tuh lho yang buat nyapu2...Sapu lidi ini merupakan perlambang "Bersih Bumi".Jadi sapu lidi bekas dipakai membersihkan halaman sangat manjur melumpuhkan pengguna sikep kain kafan bayi.


Kirim Artikel anda yg lebih menarik di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?

 
Top