GuidePedia

0
bandara husein sastranegara

Hmm.. Cukup sudah berada main di kost teman yang ada di daerah Dipati Ukur. Sekarang waktunya ke airport. Loh kok? Iya, saya akan segera meninggalkan Bandung dong. Uang udah ludes jadi kalau bertahan di Bandung bisa jadi gembel saya nanti. Hehe.. Dari Jalan Dipati Ukur ke airport gampang kok. Tinggal naik angkot sekali aja jurusan Cicaheum-Ciroyom dan nanti tinggal turun di pos TNI AU yang terletak persis di persimpangan antara Jalan Abdul Rahman Saleh dan Jalan Nurtanio sebelum rel kereta api. Dari pos jalan kaki aja ke arah bandara melalui Jalan IMU Nurtanio. Nggak jauh kok, paling sekitar 300 meter aja udah sampai di Bandara Husein Sastranegara.

Bandara Husein Sastranegara bukanlah bandara satu-satunya di Jawa Barat. Namun bandara ini mungkin adalah satu-satunya bandara komersial yang ada disana. Sedangkan sisanya merupakan bandara-bandara milik pangkalan TNI ataupun bandara perintis seperti Lanud Sulaiman (Bandung), Bandara Penggung (Cirebon), Bandara Nusawiru (Pangandaran), dan Bandara Tunggul Wulung (Cilacap). Wajar dong kalau Husein adalah yang terbesar dan paling ramai. Apalagi selain menjadi bandara komersil Husein Sastranegara juga menjadi pangkalan TNI AU sekaligus menjadi pusat dirgantara nasional. Yup disana terdapat pabrik pesawat kebanggaan Indonesia yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Beberapa produk yang sudah dihasilkan antara lain NC-212, CN-235 yang masih banyak dipesan beberapa negara sampai sekarang, dan N-250 yang proyeknya nggak dilanjutkan. Selain itu perusahaan ini juga membuat beberapa part pesawat Airbus loh. Keren kan?

bandara husein sastranegara
bandara husein sastranegara
bandara husein sastranegara

Kembali ke sisi komersial, bangunan Bandara Husein Sastranegara sebenarnya nggak besar loh. Malah menurut saya tergolong imut-imut dan sumpek. Gimana nggak? Bandara yang gedenya cuma segitu tapi penerbangan yang ada cukup banyak. Maskapai yang terbang dari Bandung sebut saja AirAsia, Merpati, Sriwijaya, Batavia, Silk Air, Sky Aviation, dan Susi Air. Sebelumnya juga ada Malaysia Airlines dan Firefly yang akhirnya harus angkat kaki dari Bandung karena merugi. Memang sih maskapai yang melayani nggak banyak, tapi rutenya cukup variatif kok dengan frekuensi yang bisa dibilang cukup. Dari Bandung Anda dapat terbang langsung ke Medan, Denpasar, Kuala Lumpur, dan Singapore dengan AirAsia. Sampai saat ini sepertinya memang AirAsia yang sangat mendominasi penerbangan dari Bandung. Sementara dengan Merpati Anda bisa terbang langsung ke Jakarta (Halim), Semarang, Jogja, Surabaya, Lampung, dan Palembang. Kurang? Masih ada Sriwijaya tujuan Surabaya, Sky Aviation tujuan Lampung dan Solo, Batavia dan Silk Air ke Singapore, serta Susi Air tujuan Jakarta (Halim) dan Pangandaran. Maskapai yang saya sebut terakhir ini bukanlah maskapai penerbangan berjadwal, melainkan maskapai charter. Intinya kalau ada penumpang ya berangkat, kalau nggak ada penumpang ya nggak ada penerbangan. Kalau mau mencicipi naik Susi Air dengan pesawat Cessna Grand Caravan-nya ke Jakarta/Pangandaran cukup memesan tiket untuk dua orang dengan harga tiket 300.000/orang saja. Anda sudah bisa diantar ke kota tujuan hanya dengan penumpang minimal dua orang (maksimal 12 orang). Asyik kan? Suatu hari nanti saya ingin mencoba juga maskapai milik Ibu Susi Pudjiastuti ini. Semoga bisa..

Meskipun kecil dan padat, tapi menurut saya Bandara Husein Sastranegara tergolong bandara yang rapi dan cantik. Di bagian luar terdapat beberapa loket maskapai yang berjejer mulai dari Wings Air, AirAsia, Sriwijaya, Merpati, Garuda, dan lain-lain. Pada bagian ini juga hanya ada beberapa toko saja yang menjual makanan seperti roti serta minuman. Kalau untuk makanan berat ada di food court di seberang jalan. Yah maklum lah, area kecil jadi tempatnya juga terpisah-pisah. Masuk ke dalam bandara terdapat ruang check in yang juga kecil dan sumpek, namun suasananya masih terasa nyaman. Mungkin kalau ada beberapa penerbangan sekaligus dengan jadwal yang berdekatan baru terasa sumpeknya. Check in counter antara penumpang domestik dan internasional sama saja. Hanya ruang tunggunya yang berbeda. Penerbangan domestik ruang tunggunya di sebelah kiri, sedangkan penerbangan internasional ruang tunggunya di sebelah kanan. Pada area check in ini terdapat café dan beberapa toko.

bandara husein sastranegara
bandara husein sastranegara
bandara husein sastranegara
bandara husein sastranegara

Memasuki ruang tunggu domestik semakin terasa kalau bandara ini cukup mungil untuk sekelas bandara internasional. Kursi-kursi ruang tunggunya didominasi warna merah, tapi ada juga yang berupa stainless steel. Saya cukup yakin kalau ada dua saja penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737 atau Airbus A320 yang jadwalnya hampir bersamaan pasti ruangan ini akan penuh sesak. Lagi-lagi harus saya katakan, walaupun kecil tapi ruangan ini masih terasa nyaman. Mungkin efek ruangan yang bersih, AC yang cukup dingin, dan kursi-kursi yang masih baru kali ya. Ditambah lagi dengan beberapa monitor LCD TV berukuran cukup besar yang bisa menjadi hiburan saat menunggu pesawat berangkat. Lagipula siang itu juga penerbangannya nggak begitu rame. Selain itu terdapat toilet dan mushola yang bersih di ruang tunggu. Paling tidak saya cukup nyaman menunggu pesawat di ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara (note: saya terbang bukan saat jam sibuk bandara). Sayangnya, bandara yang semakin ramai ini sudah tidak bisa (sulit) dikembangkan lagi mengingat lokasinya berada di tengah kota. Pengembangan bakal mentok kesana-sini. Solusi sementara mungkin bisa memperluas terminal. Tapi untuk solusi jangka panjang mau tidak mau harus membuat bandara baru yang lebih besar. Nah pertanyaannya, sekarang saya mau terbang kemana sih? Ada yang bisa nebak? :D



http://www.wijanarko.net/2011/12/bandara-husein-sastranegara-bandara.html
Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Post a Comment Blogger

Beli yuk ?